Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Tagih Komitmen Dekarbonisasi

📅 Kamis, 17 Feb 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Tagih Komitmen Dekarbonisasi Doc: ANTARA/BIRO PERS SETPRES - MUCHLIS JR
Ket. KUNJUNGAN PIMPINAN BANK DUNIA I Presiden Joko Widodo berbincang dengan Managing Director of Operations dari Bank Dunia Axel van Trotsenburg saat menerima sejumlah pimpinan Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/2). Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda, mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi Covid- 19, mekanisme transisi energi, Presidensi G20 Indonesia, hingga isu-isu kawasan.

JAKARTA - Di tengah desakan dan tuntutan dunia internasional untuk memacu transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT), beberapa pejabat pemerintah dinilai kerap melontarkan besarnya pembiayaan sebagai salah satu tantangan untuk menjalankan program tersebut.

Seiring dengan itu, tawaran dari berbagai lembaga pembiayaan internasional terus mengalir dengan dalih tingkat bunga yang rendah karena berkaitan dengan pembiayaan energi hijau.

Padahal sudah ada komitmen global terutama dari negara-negara maju untuk membantu negara-negara seperti Indonesia yang berniat melakukan program dekarbonisasi termasuk memberhentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara dan beralih ke energi terbarukan.

Pakar Energi Terbarukan dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Rabu (16/2), mengatakan pendanaan transisi ke energi bersih lebih baik difokuskan dengan menagih komitmen global, terutama negara-negara maju agar mereka membiayai program dekarbonisasi.

"Memang lebih baik seperti itu (menagih komitmen global). Seperti yang baru saja diluncurkan program oleh Kementerian (ESDM), untuk memberi insentif kepada bisnis maupun rumah tangga yang mau memasang sel surya atap," kata Suprapto.

Insentif tersebut diperoleh dari kerja sama dengan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Pembangunan atau United Nations for Development Program (UNDP) guna mengejar target bauran energi 23 persen pada 2025.

"Jadi, cara-cara seperti ini ke depan lebih bisa dikembangkan lagi dengan dukungan komitmen negara-negara maju untuk mengakselerasi transisi energi kita," kata Suprapto.

Dalam kesempatan terpisah, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan transisi ke energi hijau jangan dijadikan alasan seolah-olah Indonesia tidak punya sumber pembiayaan sehingga harus menarik utang baru.

Sebaiknya Anda baca juga:

Bila pemerintah mendesain seperti itu karena terus disodori kesempatan oleh berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia untuk berutang maka transisi energi yang tujuannya baik bagi masa depan, justru menimbulkan masalah baru karena disalahgunakan untuk menambah tumpukan utang.

"Energy transition mechanism jangan sampai menjadi ruang baru bagi pemerintah mendapatkan utang baru. Pemerintah Indonesia harus meminta komitmen negara-negara maju untuk mendanai program dekarbonisasi," tegasnya.

Pemerintah harus mengoptimalkan strategi yang sudah di susun, yaitu carbon price, carbon market, serta carbon tax dan reneweble energy, sehingga program transisi energi berjalan baik dan efektif.

Apalagi, saat ini semakin banyak lembaga internasional yang concern terhadap pengembangan energi hijau. Apabila tidak dimanfaatkan, justru akan merugikan Indonesia. "Momentum itu harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memaksimalkan pendanaan global, bantuan yang bukan utang untuk memperkuat APBN," kata Badiul.

Selain menggunakan instumen yang telah disusun, pemerintah juga perlu mendorong keterlibatan dunia usaha untuk mempercepat transisi energi dari batu bara ke energi yang bersih.

"Sebab, tanpa peran aktif pelaku usaha, transisi ini juga sulit berjalan. Pemerintah tak bisa berjalan sendiri tanpa dunia usaha," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.