Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Menyayangi Diri Sendiri adalah Kunci Sukses

📅 Minggu, 16 Jan 2022, 15:42 WIB | Oleh:

Ini poin yang penting, kata Neff, karena beberapa kritik awal terhadap penelitiannya bertanya-tanya apakah menyayangi-diri dapat mengakibatkan perilaku malas dan lemah tekad. Dalam pandangan mereka, kita butuh kritik-diri untuk memotivasi kita membuat perubahan penting dalam hidup kita.

Sebagai bukti yang menentang ide tersebut, Neff menunjuk sebuah riset pada 2012, yang menemukan bahwa orang dengan rasa menyayangi-diri tinggi menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk mengoreksi kesalahan mereka. Mereka cenderung bekerja lebih keras setelah gagal dalam ujian penting, misalnya, dan lebih bertekad untuk menebus tindakan mereka yang dianggap melanggar moral, misalnya mengkhianati kepercayaan teman.

Menyayangi-diri, tampaknya, dapat menciptakan perasaan aman yang memungkinkan kita menghadapi kelemahan-kelemahan kita dan membuat perubahan positif dalam kehidupan kita, alih-alih menjadi terlalu defensif atau berkutat dalam keputusasaan.

Intervensi Cepat

Jika Anda ingin mendapatkan beberapa manfaat ini, sekarang ada banyak bukti - dari kelompok riset Neff dan banyak peneliti lainnya - bahwa menyayangi-diri bisa dilatih. Intervensi populer meliputi "meditasi menyayangi dengan baik hati" (kind-loving meditation), yang menuntun untuk fokus pada rasa memaafkan dan kehangatan kepada diri sendiri dan orang lain.

Dalam satu percobaan baru-baru ini, Tobias Krieger dan rekan di Universitas Bern, Swiss merancang kursus online untuk mengajarkan latihan ini bersama pelajaran yang lebih teoritis tentang penyebab kritik-diri dan konsekuensinya. Setelah tujuh sesi, mereka menemukan peningkatan signifikan dalam skor menyayangi-diri partisipan, beserta penurunan tingkat stres, kecemasan, dan perasaan depresi.

"Kami mengukur banyak luaran dan mereka semua mengarah ke yang sudah diperkirakan," kata Krieger.

Ada juga intervensi berupa tulisan, misalnya menulis surat dari perspektif seorang sahabat yang peduli, yang dapat memberi dorongan yang cukup besar, kata Neff. Bagi kebanyakan orang, kebiasaan kritik-diri tampaknya tidak tertanam begitu dalam sampai tidak bisa diperbaiki.

Neff mengatakan bahwa minat pada teknik-teknik ini bertambah selama pandemi. Bagi kebanyakan kita, kesulitan isolasi, bekerja jarak jauh, dan merawat orang-orang yang kita sayangi menjadi ladang yang subur untuk pertumbuhan kritik-diri dan keraguan.

Meski kita tak dapat mengeliminasi stres-stres itu, kita setidaknya dapat mengubah cara kita melihat diri sendiri serta memberi diri kita ketahanan untuk menghadapi tantangan secara langsung.

Sudah saatnya kita berhenti melihat self-compassion dan self-care sebagai tanda kelemahan, kata Neff. "Penelitiannya sudah sangat banyak, menunjukkan bahwa ketika hidup sedang berat, Anda perlu menyayangi-diri. Itu akan membuat Anda semakin kuat," pungkas dia. BBC/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.