Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Menyayangi Diri Sendiri adalah Kunci Sukses

📅 Minggu, 16 Jan 2022, 15:42 WIB | Oleh:
Mengapa Menyayangi Diri Sendiri adalah Kunci Sukses Doc: BBC/Andrea Piacquadio/Pexels

Ingat terakhir kali Anda gagal atau membuat kesalahan besar? Masihkah Anda merasa malu, dan memarahi diri sendiri karena telah bersikap bodoh atau egois?

Apakah Anda cenderung merasa sendirian dalam kegagalan itu, seolah-olah hanya Anda manusia yang pernah salah? Ataukah Anda menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari menjadi manusia, dan mencoba bicara kepada diri sendiri dengan lembut dan penuh perhatian?

Bagi banyak orang, penghakiman diri adalah respons yang paling alami. Bahkan, kita dapat merasa bangga karena keras kepada diri sendiri, menganggapnya sebagai pertanda ambisi dan resolusi kita untuk menjadi versi terbaik diri kita.

Namun banyak penelitian menunjukkan bahwa kritik-diri seringkali menjadi bumerang. Selain menambah level ketidakbahagiaan dan stres, ia dapat mendorong kita untuk menunda-nunda, dan mengurangi kemampuan kita untuk mencapai tujuan di masa depan.

Alih-alih menghukum diri sendiri, kita perlu mempraktikkan self-compassion atau menyayangi diri sendiri: lebih memaafkan kesalahan kita, dan usaha sengaja untuk merawat diri kita saat mengalami rasa malu atau kecewa.

"Kebanyakan dari kita punya sahabat yang selalu suportif," kata Kristin Neff, profesor madya psikologi pendidikan di Universitas Texas, Austin, yang memelopori penelitian ini. "Menyayangi diri sendiri adalah belajar menjadi sahabat yang hangat dan suportif itu bagi diri Anda sendiri," imbuh dia.

Jika Anda orang yang sinis, Anda mungkin awalnya menolak ide ini. Namun bukti ilmiah menunjukkan bahwa menyayangi diri dapat meningkatkan ketahanan emosi dan meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas. Yang lebih penting, ini juga membantu kita untuk belajar dari kesalahan yang menyebabkan kekesalan kita.

Penelitian Neff terinspirasi oleh krisis dalam kehidupan pribadinya. Pada akhir '90-an, ia mengalami perceraian yang menyakitkan.

"Kacau sekali, saya merasa sangat malu tentang beberapa keputusan buruk yang telah saya perbuat," ungkap Neff.

Mencari cara untuk mengatasi stres, ia mendaftar ke kelas meditasi di pusat agama Buddha terdekat. Praktik mindfulness membuat dirinya lebih tenang, namun ajaran tentang kasih sayang, khususnya, kebutuhan untuk mengarahkan kebaikan itu kepada diri sendiri, adalah yang paling memberi ketenangan. "Dengan cepat membuat perbedaan," papar dia.

Sekilas, self-compassion mungkin terdengar mirip dengan konsep self-esteem, yang menyangkut seberapa besar kita menghargai diri sendiri, dan apakah kita melihat diri sendiri secara positif. Kuesioner untuk mengukur self-esteem meminta partisipan untuk menilai pernyataan seperti, "Saya merasa bahwa saya adalah pribadi yang bernilai, setidaknya sama nilainya dengan orang lain".Sayangnya, sikap ini seringkali disertai rasa kompetisi, dan dapat dengan mudah mengakibatkan narsisme rapuh yang roboh di hadapan potensi kegagalan.

"Penghargaan diri bergantung pada kesuksesan dan penilaian orang lain terhadap Anda, jadi tidak begitu stabil. Kadang muncul pada hari yang baik namun hilang pada hari yang buruk," kata Neff.

Banyak orang dengan penghargaan diri yang tinggi bahkan berlaku kasar dan merisak ketika kepercayaan diri mereka dalam ancaman.

Menumbuhkan rasa sayang kepada diri sendiri, Neff menyadari, dapat membantu Anda menghindari jebakan itu, sehingga Anda dapat mengangkat diri sendiri ketika merasa terluka atau malu - tanpa turut menjatuhkan orang lain. Jadi, ia merancang skala psikologis untuk mengukur sifat itu, di mana partisipan menilai serangkaian pertanyaan dari skala 1 (hampir tidak pernah) sampai 5 (hampir selalu), misalnya:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.