Mengapa Menyayangi Diri Sendiri adalah Kunci Sukses
📅 Minggu, 16 Jan 2022, 15:42 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat- Saya berusaha mengasihi diri sendiri ketika saya merasakan penderitaan emosional
- Saya berusaha melihat kegagalan saya sebagai bagian dari kondisi manusia
- Ketika sesuatu yang menyakitkan terjadi, saya berusaha melihat situasi secara berimbang
dan
- Saya bersikap menolak dan menghakimi tentang kekurangan dan kelemahan saya sendiri
- Ketika saya berpikir tentang kelemahan saya, itu cenderung membuat saya merasa lebih terpisah dari orang-orang lain di dunia ini
- Ketika saya merasa jatuh, saya cenderung terobsesi dan terpaku pada semua kesalahan saya
Semakin Anda setuju dengan set pernyataan pertama, dan semakin tidak setuju dengan set pertanyaan kedua, semakin tinggi kasih sayang Anda kepada diri sendiri.
Penelitian-penelitian awal Neff mengamati kaitan menyayangi-diri dengan kesehatan jiwa dan kesejahteraan. Setelah menanyai ratusan mahasiswa S1, ia menemukan bahwa sifat itu berkorelasi negatif dengan laporan depresi dan kecemasan, dan berkorelasi positif dengan kepuasan hidup secara umum.
Hal yang penting ialah studi ini juga mengonfirmasi bahwa menyayangi-diri itu berbeda dengan penghargaan-diri. Dengan kata lain, Anda dapat menemukan seseorang dengan perasaan superioritas, namun tetap sulit memaafkan diri mereka sendiri - kombinasi yang jauh dari ideal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menarik Minat Banyak Peneliti
Penelitian setelahnya mengonfirmasi temuan tersebut dalam sampel yang lebih beragam, dari siswa SMA sampai veteran AS yang berisiko bunuh diri, semuanya menunjukkan bahwa menyayangi-diri meningkatkan ketahanan psikologis. Bahkan, self-compassion sekarang menjadi bidang penelitian yang berkembang pesat, menarik minat banyak peneliti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa hasil menarik dari penelitian berhubungan dengan kesehatan fisik, dengan sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa orang dengan sifat menyayangi-diri yang tinggi cenderung lebih jarang melaporkan berbagai penyakit - seperti sakit punggung, sakit kepala, mual, dan masalah pernapasan.
Salah satu kemungkinan penjelasannya ialah penurunan respons stres, dengan beberapa studi sebelumnya mengungkap bahwa menyayangi-diri mengurangi inflamasi yang biasanya menyertai penderitaan mental, dan dapat merusak jaringan tubuh kita dalam jangka panjang.
Namun manfaat kesehatannya juga dapat disebabkan oleh perubahan perilaku, dengan bukti bahwa orang-orang dengan rasa menyayangi-diri yang lebih besar merawat diri mereka dengan lebih baik melalui pola makan sehat dan olahraga.
"Orang dengan level menyayangi-diri tinggi umumnya lebih proaktif," kata Sara Dunne, psikolog yang mempelajari kaitan antara menyayangi-diri dan perilaku hidup sehat di Universitas Derby, Inggris.
Dia membandingkannya dengan nasihat orang tua yang baik. "Mereka akan menyuruh Anda tidur, bangun lebih awal, dan kemudian atasi masalah-masalah Anda," ujar dia.
Demikian pula, seseorang yang mengasihi dirinya sendiri tahu bahwa mereka dapat memperlakukan diri mereka dengan baik - tanpa kritik yang terlalu menghakimi - tapi juga mengakui apa yang baik bagi mereka dalam jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!