Tradisi Unik Perayaan Natal Sebelum Pandemi di Berbagai Negara di Eropa
📅 Jumat, 24 Des 2021, 11:45 WIB | Oleh: Zulfikar Ali HusenJika Sinterklas memberikan kado Natal untuk anak baik, maka anak yang nakal akan dimasukkan ke dalam karung dan diculik.
Jika kebanyakan anak-anak di dunia tidak bisa tidur karena menanti-nanti datangnya rusa terbang, peri rumah, dan Sinterklas, anak-anak Austria harus menghadapi mimpi buruk bertemu Krampus.
Lebih parahnya lagi, Krampus bukan hanya diceritakan tapi juga diperankan. Ada banyak orang dewasa di Austria yang memakai kostum Krampus pada malam hari dan berlari-larian di tengah kota mengejar anak-anak.
Italia tidak punya Sinterklas tapi penyihir
Sebaiknya Anda baca juga:
Anak-anak di Italia tidak mendapat kunjungan dari Sinterklas, melainkan dari seorang penyihir bernama La Befana. Menurut legenda, La Befana yakin bahwa Yesus seharusnya adalah putranya.
Sayangnya ketika tiga orang majus datang, ia lupa untuk membuka pintu rumahnya. Ia kemudian mengikuti bintang jatuh untuk menemukan Yesus.
Pada hari Natal, ia akan berkeliling untuk membagikan permen dan mainan untuk anak-anak baik. Sementara bagi mereka yang nakal, La Befana akan memberikan batu bara. Selain membagikan hadiah, La Befana juga akan menyapu setiap rumah yang ia kunjungi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!