Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fantastis, Piala Dunia Dua tahunan Bisa Tambah Pemasukan FIFA Rp63 Triliun

📅 Selasa, 21 Des 2021, 13:49 WIB | Oleh:
Fantastis, Piala Dunia Dua tahunan Bisa Tambah Pemasukan FIFA Rp63 Triliun Doc: bbc.com
Ket. Trofi Piala Dunia.

NYON - Delegasi FIFA mengatakan badan sepak bola dunia itu bisa mendapatkan tambahan pemasukan fantastis sebesar 4,4 miliar dolar AS (sekira Rp63,3 triliun) apabila menggolkan wacana berlangsungnya Piala Dunia secara dua tahunan.

Hal itu disampaikan dalam konferensi tingkat tinggi global bersama para pemimpin federasi sepak bola anggota, yang digelar oleh FIFA pada Senin secara khusus untuk mendiskusikan proposal Piala Dunia dua tahunan.

Data finansial itu bagian dari hasil studi kelaikan yang disajikan FIFA pada Senin, tetapi ajang tersebut hanya berfungsi sebagai proses konsultasi tanpa ada jadwal pemungutan suara.

Laporan optimistis itu jelas bertolak belakang dengan sejumlah analisis yang selama ini dijadikan argumen oleh pihak-pihak yang bersikap kontra terhadap wacana tersebut.

Klub-klub Eropa, operator liga-liga top dan UEFA adalah salah satunya, bahkan presiden badan sepak bola Benua Biru itu, Aleksander Ceferin, sempat mengancam akan melakukan boikot apabila ada turnamen tambahan anyar.

Bulan lalu, sebuah laporan yang disusun oleh Forum Liga Dunia menyatakan wacana FIFA tersebut, yang juga menyangkut perubahan format Piala Dunia Antarklub dapat membuat liga-liga domestik dan UEFA kehilangan pendapatan sekira 8 miliar euro (sekira Rp129,9 triliun) per musimnya dari hak siar, pemasukan laga serta kesepakatan komersial lainnya.

Lantas UEFA, pada Jumat (17/12) lalu, menurunkan laporan yang mereka minta dari perusahaan konsultan Oliver & Ohlbaum yang memperingatkan bahwa perubahan kalender laga internasional bakal berdampak terhadap penurunan pendapatan terhadap organisasi itu dalam rentang 2,5 hingga 3 miliar euro (sekira Rp40-48 triliun) dalam jangka waktu empat tahun.

Sementara itu, dalam pertemuan FIFA delegasi mereka menyajikan laporan dari perusahaan Italia, Open Economocis, yang menyatakan bahwa pendapatan liga-liga domestik maupun UEFA tidak akan dirugikan karena jadwal pertandingan timnas maupun kompetisi klub internasional.

Laporan itu juga menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pendapatan liga domestik terus meningkat ketika turnamen internasional besar dilangsungkan.

Profesor Pasquale Lucio Scandizzo, dari Open Economics, menyampaikan kepada peserta konferensi FIFA bahwa wacana Piala Dunia dua tahunan "menjanjikan manfaat makroekonomi bersih yang signifikan dan positif, serta didistribusikan seiring berjalannya waktu".

Pejabat FIFA menyatakan pemasukan tambahan itu akan masuk ke dalam "Dana Solidaritas Anggota" dengan tiap federasi anggota akan mendapatkan 16 juta dolar (sekira Rp230 triliun) dalam rentang empat tahun, kemudian ada juga dana lain untuk program pengembangan FIFA Forward Program.

Menurut FIFA, dana-dana itu akan mengurangi jurang pendapatan antara pasar-pasar sepak bola berkembang dan yang kurang berkembang.

Apabila pemungutan suara mengenai wacana Piala Dunia dua tahunan berlangsung, jelasnya akan melibatkan 211 federasi anggota FIFA.

Selain UEFA, konfederasi sepak bola Amerika Latin CONMEBOL juga sudah menyatakan penolakan atas wacana itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.