Desentralisasi Pembangkit EBT Bakal Percepat Transisi Energi
📅 Rabu, 01 Des 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara untuk jangka menengah, pemerintah menargetkan pencapaian target NDC di mana Indonesia menargetkan penurunan emisi pada 2030 mencapai 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional. Untuk target jangka panjangnya adalah net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.
"Realisasi penurunan emisi gas rumah kaca pada 2020 mencapai 64,4 juta ton CO2, lebih tinggi dibandingkan target awal 58 juta ton CO2. Indonesia menargetkan penurunan emisi 29 persen di mana 314 juta ton CO2 dari sektor energi," kata Chrisnawan.
Gotong Royong
Pengamat Energi dari Iinstitute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai desentralisasi sebagai langkah tepat yang akan mendukung transisi energi bersih dan meningkatkan ketahanan energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Desentralisasi energi membuat penyediaan energi dapat dilakukan secara gotong royong dan tidak hanya bergantung pada PLN," kata Fabby.
PLTS Atap, jelasnya, merupakan salah satu teknologi yang cocok dikembangkan untuk mencapai desentralisasi energi karena sifatnya yang modular, mudah diakses, dan harganya semakin terjangkau.
"Dengan meningkatnya permintaan maka industri PLTS terus tumbuh, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan secara tidak langsung berkontribusi pada ekonomi nasional, selain memperkuat ketahanan energi," pungkas Fabby.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!