Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah India Ultimatum Meta soal Fitur Username WhatsApp, Ini Alasannya

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah India Ultimatum Meta soal Fitur Username WhatsApp, Ini Alasannya Doc: AFP
Ket. India merupakan pasar terbesar WhatsApp di dunia dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 500 juta orang.

Jakarta – Pemerintah India meminta Meta Platforms Inc. menunda peluncuran fitur username di WhatsApp karena dinilai berpotensi meningkatkan risiko kejahatan siber, mulai dari penipuan daring (online fraud), phishing, hingga aksi penyamaran identitas (impersonation).

Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India juga memberikan waktu tiga hari kepada Meta untuk memberikan penjelasan rinci mengenai fitur tersebut. Pemerintah meminta peluncuran fitur ditunda hingga proses konsultasi dan evaluasi selesai dilakukan.

Dalam surat yang dikirim kepada Meta, pemerintah India menyatakan penggunaan username berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyamar sebagai pihak lain dan menghubungi pengguna WhatsApp yang tidak menyadari identitas asli pengirim.

"Ada kemungkinan pihak-pihak yang berniat jahat mengklaim username tertentu dan mengirim pesan kepada pengguna lain dengan berpura-pura menjadi orang lain," kata seorang pejabat senior pemerintah India seperti dikutip The Indian Express.

Menurut pemerintah, kondisi tersebut akan menjadi tantangan besar, terutama bagi pengguna yang belum memiliki literasi digital memadai untuk membedakan akun asli dan akun palsu.

Meta sebelumnya memperkenalkan fitur username pada Senin (30/6) sebagai fitur privasi baru yang memungkinkan pengguna saling terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi. Namun, perusahaan menegaskan fitur tersebut belum diaktifkan dan akan diluncurkan secara bertahap pada akhir tahun ini.

Menanggapi kekhawatiran pemerintah India, juru bicara Meta mengatakan fitur tersebut telah dilengkapi berbagai lapisan perlindungan untuk mencegah penyalahgunaan.

Perlindungan itu meliputi verifikasi nomor telepon, pembatasan interaksi dengan pengguna baru, sistem yang mencegah penebakan username, serta teknologi untuk mendeteksi dan menghapus akun yang melakukan penyamaran maupun aktivitas penyalahgunaan.

Meta juga menyatakan telah mencadangkan sejumlah username bagi tokoh publik dan akun terverifikasi agar tidak dapat diklaim oleh pihak lain.

"Untuk melindungi dari penyamaran identitas, kami telah mengamankan nama-nama yang paling dikenal sehingga hanya dapat digunakan oleh pemilik yang sah," kata Meta dalam pernyataannya.

Perusahaan menegaskan setiap pengguna tetap wajib memiliki nomor telepon untuk menggunakan WhatsApp, sehingga username tidak menggantikan sistem identifikasi utama di platform tersebut.

Sorotan terhadap Meta muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi perusahaan terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebelumnya, Meta juga sempat menghentikan sementara program pelatihan AI internal setelah muncul kekhawatiran mengenai akses terhadap data sensitif karyawan.

Bukan Hal Baru

Di sisi lain, Meta baru saja memperkuat investasinya di India dengan menanamkan dana sekitar 900 juta dolar AS pada perusahaan teknologi finansial (fintech) CRED. Pendiri CRED, Kunal Shah, juga ditunjuk memimpin WhatsApp secara global sebagai bagian dari strategi memperkuat layanan pembayaran digital perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
Tinggi muka air Sungai Musi...
Nasional
Green Jobs Berkembang Pesat...
Olahraga
Swiatek Melaju Melewati Shn...
Luar Negeri
Italia dan Denmark Menentan...
Megapolitan
Kelola Sampah Jakarta, RDF ...
Luar Negeri
Gempa Luluh Lantakkan Kolom...
Daerah
Penutupan akses wisata Brom...

Dibayangi Tekanan, 11 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Dibayangi Tekanan, 11 Agust...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.