Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Perkuat Literasi Masyarakat

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 20:23 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Perkuat Literasi Masyarakat Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Ketersediaan akses bahan bacaan harus diikuti dengan langkah masif agar akses tersebut bisa dimanfaatkan seluas-luasnya, sebagai bagian upaya meningkatkan literasi masyarakat. 

"Pemanfaatan secara maksimal sumber daya literasi yang ada harus segera direalisasikan dan  mampu ikut mendorong minat baca masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7). 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (1/7), meresmikan integrasi Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan Senayan Library Management System (SLiMS).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan, integrasi ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses buku bermutu tanpa terkendala jarak atau akses ke perpustakaan.

Data Kemendikdasmen mencatat, hingga 30 Juni 2026, lebih dari 8,8 juta masyarakat telah mengunjungi laman SIBI, dengan total buku digital dibaca lebih dari 13,7 juta kali dan diunduh di atas 2,6 juta kali.

Saat ini, tersedia 1.842 judul buku mulai dari buku cerita bergambar untuk anak-anak hingga buku pelajaran SD, SMP, dan SMA. 

Menurut Lestari, sosialisasi yang masif dan merata harus segera dilakukan agar fasilitas bahan bacaan yang tersedia dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat. 

Terutama, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses bahan bacaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. 

Edukasi dan cara mengakses platform https://buku.kemendikdasmen.go.id/ untuk mendapatkan bahan bacaan, tambah dia, juga harus disampaikan secara luas. 

Selain itu, jelas Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, pengembangan fungsi perpustakaan digital sebagai pusat literasi dan inovasi yang menarik minat semua kalangan, harus konsisten dilakukan. 

Tidak kalah penting, tegas Rerie, memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti akses internet yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, upaya yang dilakukan pemerintah itu menjadi terobosan dalam pemerataan akses pendidikan dan peningkatan literasi di Indonesia. 

"Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, sangat krusial untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing di masa depan," pungkas Rerie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.