Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Pegawai KPK Matangkan Rencana Bikin Partai, Sejumlah Tokoh akan Ditemui

📅 Jumat, 15 Okt 2021, 15:10 WIB | Oleh:
Mantan Pegawai KPK Matangkan Rencana Bikin Partai, Sejumlah Tokoh akan Ditemui Doc: istimewa

Sejumlah mantan pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) berencana untuk menemui sejumlah pendiri, ketua umum, hingga tokoh partai politik. Safari politik itu sebagai bagian dari rencana untuk mendirikan suatu parpol.

Sebelumnya, penggagas pendirian partai politik tersebut ialah eks Kepala Bagian pada Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang. Dirinya pun sudah mempersiapkan nama yaitu, Partai Serikat Pembebasan.

Sementara, Koordinator IM57+ Institute, Moch. Praswad Nugraha, rencana pertemuan dengan sejumlah tokoh politik diharapkan untuk meminta masukan. Termasuk didalamnya soal bagaimana mendirikan suatu partai yang baik dan memenuhi ekspektasi para pemilih. "Dalam jangka waktu dekat ini kami akan rencanakan untuk bertemu dengan beberapa tokoh partai politik, ketua umum, dan para pendiri partai politik untuk membangun diskursus yang konstruktif," ujar Praswad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10).

Dengan begitu, Praswad menyebut bahwa dialog dengan sejumlah tokoh yang berkaitan pembentukan partai itu akan terus dilakukan. Pada partai yang baru digagas ini nantinya dapat mengakomodir aspirasi seluruh anggota dan menghasilkan program baik bagi kepentingan masyarakat. "Dialektika akan terus dibangun, pada prinsipnya kami akan mengakomodir aspirasi anggota, menyusun program, dan mewujudkannya," ungkap Praswad yang juga eks penyidik kasus bansos itu.

Dirinya meyakini dan berharap agar rencana pembentukan partai ini dapat menjadi salah satu upaya atau langkah lain untuk melakukan pemberantasan korupsi. Apalagi, menurutnya dua hal ini kerap kali berkaitan. "Rencana pembentukan partai politik yang memiliki urat nadi antikorupsi, integritas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia itu bisa sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi," kata Praswad.

IM57+ Institute ialah wadah para 57 eks pegawai KPK yang dipecat oleh Firli Bahuri karena TWK. Praswad ialah mantan penyidik KPK yang masuk daftar tersebut. "IM 57+ Institute perlu konsentrasi khusus pada dua area pemberantasan korupsi di Indonesia yaitu lembaga penegak hukum dan partai politik," tutupnya.

Rasamala Aritonang menyampaikan keinginannya untuk membentuk partai politik ini bukan tanpa sebab. Ia menyebut partai politik adalah sebuah kendaraan strategis untuk melakukan perubahan dalam sistem demokrasi meski keberadaannya kerap dikritisi masyarakat.

Meski begitu, niatan pembentukan partai ini masih dalam tahapan pembicaraan dengan sejumlah pihak. Selain berdiskusi dengan para mantan pegawai KPK, Rasamala juga nantinya akan bertukar pandangan dengan tokoh bangsa.

Rasamala meyakini partai bentukannya itu nantinya bisa mendorong berbagai perubahan termasuk Indonesia yang bersih dari korupsi. "Syarat pendirian partai politik kan memang rumit tapi layak dicoba. Kalau bisa terwujud (Partai Serikat Pembebasan), saya yakin kita bisa memberikan dorongan lebih kuat lagi untuk perubahan, dan kemajuan bagi indonesia tentu syaratnya Indonesia mesti bersih dari korupsi," kata Rasamala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.