Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bedug Raksasa dari Kayu Jati Utuh Sarat Nilai Sejarah

📅 Kamis, 14 Okt 2021, 20:26 WIB | Oleh:
Bedug Raksasa dari Kayu Jati Utuh Sarat Nilai Sejarah Doc: ISTIMEWA
Ket. bedug pendowo purworejo

Saat berkunjung atau hanya melintas di kota Purworejo mampirlah ke masjid Agung Kauman Darul Muttaqin. Di masjid ini ada yang istimewa, bedug berukuran raksasa yang disebut dengan "Bedug Pendowo."

"Saya ke sini untuk menunjukkan pada ketiga anak saya adanya bedug raksasa yang bersejarah terbuat dari kayu jati utuh. Lokasinya dekat rumah saya dibesarkan," ujar Wahyu Astuti yang kini tinggal di Bogor.

Selain menunjukkan keberadaan bedug juga memperlihatkan tempat pohon jati sebagai bahan bedug. "Nanti saya akan tunjukkan juga tempat kayu jati itu pernah tumbuh. Lokasinya di dalam Puskesmas Bragolan, Kecamatan Purwodadi," tambah dia.

Bedug Pendowo sebagai alat untuk membunyikan suara penanda waktu salat ini memiliki ukuran yang luar biasa. Panjang 2,92 meter dengan diameter depan sepanjang 1,94 meter dan diameter belakang mencapai 1,8 meter.

Walaupun ditulis sebagai bedug terbesar dunia, ukurannya kini sudah kalah besar. Namun, dari sisi sejarah tidak kalah. Ukuran bedug di bawah milik Kota Yeongdong Gun, Provinsi Chungcheong Utara Korea Selatan yang dinobatkan oleh Guinness World Record sebagai bedug atau drum terbesar dunia.

Bedug Korea memiliki ukuran garis tengah 5,54 meter, tinggi 5,96 meter, dan bobot mencapai tujuh ton. Seuk Je Lee menyelesaikan bedug itu di Simcheon Myeon, Korea Selatan pada 6 Juli 2011.

Sebelumya, bedug yang disebut taiko di Jepang sebagai yang terbesar di muka bumi. Bedug raksasa yang dinamai Shitamachi itu, memiliki garis tengah 3,71 meter, dibuat tahun 1982, dan didaftarkan ke Guinness World Records pada 1989.

Bedug tersebut disimpan di Odaiko Hall, Takanosu, Distrik Kitaakita, Jepang. Bedug ini hanya akan ditabuh dua kali dalam setahun. Yakni saat Festival Tsuzuriko Odaiko, yangdiadakan setiap tanggal 14 dan 15 Juli.

Bedug Korea Selatan boleh memiliki ukuran lebih besar. Namun Bedug Pendowo memiliki keistimewaan pada bahannya baik kulit sebagai sumber suara, bahan kayu bedugnya, maupun proses pengiriman kayunya. Juga nilai sejarah, tentunya.

Dari sisi sejarahnya bedug ini dibuat untuk melengkapi sarana masjid yang selesai dibangun pada 1834 era pemerintahan Bupati Cokronegoro I yang sekaligus Bupati pertama Purworejo yang memerintah dari 1831-1856. Dia diganti anaknya, Cokronegoro II.

Mengutip laman Jatengprov.go.id, selesai Perang Diponegoro (1825-1830) Pemerintah Hindia Belanda mengangkat pemimpin dari kalangan pribumi untuk memerintah wilayah tanah Bagelen atau wilayah Purworejo saat ini.

Pada saat itu, Belanda memilih Kanjeng Raden Tumenggung Cokronegoro I, demikian gelar lengkapnya, sebagai bupati karena berjasa terhadap kekuasaan Kasunanan Surakarta yang membantu Belanda, dalam melawan Pangeran Diponegoro. Pada saat itu Bagelen merupakan salah satu titik kekuatan Diponegoro melawan Belanda.

Setelah pembangunan selesai, Bupati Cokronegoro I memiliki gagasan untuk melengkapi bangunan masjid dengan sebuah bedug yang harus dibuat istimewa sehingga menjadi tanda waktu salat. Bupati minta ukuran bedug harus besar agar bisa didengar dari kejauhan.

Adiknya yang bernama Mas Tumenggung Prawironegoro Wedana Bragolan menyarankan agar bahan bedug terbuat dari pangkal pohon jati. Pohon jati yang besar saat itu kebetulan berada di Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Telur Ayam Rp30.100/Kg, Bawang Merah Rp55.450/Kg

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur Ayam Rp30.100/K...
Olahraga
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lo...
Olahraga
Piala Dunia, Beruntung Timn...

Ramalan Cuaca, Jakarta Siang Ini Bakal Diguyur Hujan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ramalan Cuaca, Jakarta Sian...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.