Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Jamin Kontinuitas Pasokan Sawit untuk Bahan Baku Biodiesel

📅 Selasa, 24 Agu 2021, 15:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Jamin Kontinuitas Pasokan Sawit untuk Bahan Baku Biodiesel Doc: Istimewa
Ket. Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian, Moch. Edy Yusuf.

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjamin kontinuitas pasokan kelapa sawit sebagai bahan baku energi baru dan terbarukan (biodiesel).

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian, Moch. Edy Yusuf mengatakan, dari sisi penghematan, sektor kelapa sawit masih lebih efisien dibanding minyak nabati lainnya seperti kedelai,bunga matahari ataupun repeseed.

Atas dasar itu pemerintah tak meragukan lagi daya saing kelapa sawit RI kendati dihantam banyak kampanye negatif dari luar negeri.

Dalam belasan tahun terakhir komoditas ini sudah bertransformasi sehingga makin ramah lingkungan atau mengedepankan prinsip SDGs (sustainable development goals). Karena itu produksinya tak terganggu.

Dia menyebut, luas lahan yang dibutuhkan kelapa sawit untuk menghasilkan minyak nabati hanya 0,3 hektar untuk menghasilkan satu per ton. Penghematan penggunaan lahan ini sesuai dengan SDGs.

"Bandingkan dengan kedelai yang membutuhkan 2,2 hektar untuk menghasilkan satu ton, bunga matahari 1,5 hektar dan rapeseed 1,3 hektar. Artinya, kelapa sawit masih jauh lebih efisien,"ucapya dalam webinar di Jakarta, Selasa (24/8).

Selain efisiensi dari sisi lahan, penghasilkan dari kelapa sawit juga jauh lebih tinggi dibanding mata pencaharian pertanian lainnya seperti. Atas dasar itu ketertarikan petani untuk menggeluti sektor ini juga tak berkurang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Edi Wibowo menuturkan, kelapa sawit telah berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai produsen Biodiesel, energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan fossil fuel, yang bahan bakunya berasal dari minyak sawit.

Sebaiknya Anda baca juga:

Biodiesel sawit tersebut, melalui pencampuran dengan minyak Solar dalam bentuk B-30, telah kita gunakan sebagai bahan bakar, sehingga mengurangi ketergantungan negara kita atas impor minyak bumi sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan di sektor migas.

Kita pernah produsen nomor satu rempah-rempah, kita pernah produsen nomor satu Cengkeh, Karet. Namun saat ini, kejayaan atas komoditas-komoditas tersebut telah meredup. Penyebabnya beragam, karena produktivitas yang menurun, hantaman isu negatif, inovasi dan riset yang minim, kalah bersaing dengan produk subtitusi, tidak adanya diversifikasi produk, dan sebagainya.

"Saat ini kita kembali menjadi produsen Kelapa Sawit terbesar di dunia, dan menjadi tantangan bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang terhadap komoditas ini," pungkas Edi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

BI Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI Tegaskan Likuiditas Perb...
  • Genap 70 Tahun, Danamon Perkenalkan Fitur D-Bank PRO hingga Travel Fair Nasional
    Preview komentar:
    Untuk menutup kartu kredit Bank Danamon Hubungi Danamon ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank Danamon Hubungi Danamon ...
  • Norwegia Lolos Dramatis ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan Pantai Gading 2-1
    Preview komentar:
    Luar biasa. Tetap semangat dan terus bertahan Fervoma ...
  • Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!
    Preview komentar:
Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

18 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.