Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merdeka Belajar Perlu Sentuh Aspek-aspek Dasar Pendidikan

📅 Sabtu, 10 Jul 2021, 08:30 WIB | Oleh:
Merdeka Belajar Perlu Sentuh Aspek-aspek Dasar Pendidikan Doc: DOK UPI

Pendidikan merupakan sektor penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Beberapa negara maju memiliki sistem pendidikan berkualitas. Presiden Joko Widodo menetapkan pembangunan SDM berkualitas. Kebijakan bertajuk "Merdeka Belajar" menjadi payung program-program baru yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Meski begitu, masih banyak catatan yang harus dicari solusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan. Untuk membahasnya, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Ma'rup, mewawancarai Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Dr HM Solehuddin, MPd, MA. Berikut petikannya.

Bisa dijelaskan secara singkat gambaran umum visi misi dalam mengemban rektor UPI?

Visi saya dalam mengemban jabatan Rektor UPI itu sangat sederhana walaupun mungkin sangat sulit untuk mewujudkannya, yakni bagaimana menjadikan UPI sebagai perguruan tinggi (PT) berkelas dunia yang terekognisi. Untuk mendeskripsikan visi tersebut, saya menggunakan istilah edun.

Apa itu?

Edun adalah kata dalam bahasa Sunda yang berarti keren, hebat, atau luar biasa. Jadi, visi saya sebagai rektor adalah mewujudkan UPI sebagai PT berkelas dunia yang edun. Tapi, EDUN juga bisa merupakan singkatan dalam bahasa Sunda dari Etis (berbuat atas landasan etika yang kokoh), Digjaya (berani dan mampu bertanding dan bersaing), Unggul (lebih dari yang lain), dan Nanjeur (berdiri kokoh selamanya). Empat tersebut merupakan karakteristik yang diharapkan dari UPI sebagai PT berkelas dunia yang edun.

Dalam bahasa Inggris, edun juga dapat merupakan singkatan dari Education University (universitas pendidikan) sebagai jati diri UPI. Bisa pula merupakan singkatan dari Education for Upturn of Nation (pendidikan untuk perbaikan atau kemajuan bangsa) yang merupakan misi dari UPI sebagai Universitas Pendidikan.

Sebagai salah satu LPTK, apa yang menjadi capaian dan target UPI untuk sektor pendidikan?

Capaian dan target utama UPI untuk sektor pendidikan, tersedianya SDM pendidikan yang berkualitas. Saya pikir persoalan pokok pendidikan Indonesia sangat terkait dengan ketersediaan SDM pendidikan berkualitas ini.

Diungkapkan oleh McKinsey (2014) bahwa "The quality of an education system can not exceed the quality of its teacher." Dalam bidang inilah saya berharap UPI bisa memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan bangsa. Namun, perlu diketahui bahwa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) begitu banyak, mungkin kurang lebih sekitar 500-an. Jumlah yang banyak ini dapat menimbulkan persoalan tersendiri, yaitu over supply dan disparitas mutu lulusan.

Target UPI lainnya?

Hal lain yang menjadi capaian dan target UPI adalah terumuskannya kebijakan dan program pendidikan yang mendukung terselenggaranya pendidikan berkualitas bagi semua anak bangsa serta terciptanya inovasi-inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Untuk pencapaian target ini, UPI memberikan masukan terus menerus kepada pemerintah dan DPR. Ini terutama terkait perumusan kebijakan, program pendidikan, serta melakukan riset-riset yang mendukung lahirnya inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal tersebut.

Mengapa UPI menjadi universitas?

Sejak tahun 1999, UPI bersama 11 LPTKN mendapat perluasan mandat (wider mandate) dari pemerintah. Maka, sejak saat itu, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung berubah menjadi universitas (Universitas Pendidikan Indonesia/UPI). Seiring dengan perluasan mandat, program-program studi UPI juga diperluas. Jadi, tidak terbatas pada prodi-prodi kependidikan. Kebijakan perluasan mandat dimanfaatkan juga oleh UPI untuk memperkuat prodi-prodi kependidikan melalui konsep "penyerbukan silang" (cross fertilization) antara prodi kependidikan dan nonkependidikan. Selanjutnya, walaupun pendidikan merupakan jati diri, UPI tidak akan pernah menomorduakan program-program studi nonkependidikan. Semua program studi yang diselenggarakan UPI harus berupaya menjadi nomor satu, tidak boleh bercita-cita atau berharap menjadi nomor 2.

Contohnya?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenbud Laksanakan Revitalisasi 159 Aset Budaya

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenbud Laksanakan Revital...
Rona
Bayu Skak Hadirkan Film Kom...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.