Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampung Terakhir di Singapura Mencoba Bertahan di Tengah Modernisme

📅 Sabtu, 29 Mei 2021, 05:42 WIB | Oleh:

Alasan lain adalah karena adanya warga yang keras kepala memegang teguh komitmen untuk melestarikan satu-satunya kampung yang masih hidup di Singapura yang bernama Sng Mui Hong, 70 tahun.

Hong telah menjalani hampir seluruh hidupnya di desa. Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara dan dia adalah satu-satunya anak yang tinggal desa itu. Mendiang ayahnya, seorang penjual obat tradisional Tiongkok, membeli tanah itu pada 1956, tahun yang sama dengan desa itu didirikan dan sembilan tahun sebelum Singapura merdeka.

Kini Hong menyewakan rumah-rumah di Lorong Buangkok kepada 25 keluarga. Menurut ketangan pemandu lokal bernama Kyanta Yap yang memimpin tur melalui kampung, sebagian besar plot tanah disewakan kepada pekerja dari rumah sakit terdekat dan perkebunan karet dan banyak dari mereka keturunannya masih tinggal di sana.

Sejak Singapura keluar dari lockdown pada Juni lalu, Yap menyaksikan Lorong Buangkok makin populer. Tur akhir pekan yang dipimpinnya juga laris di kalangan wisatawan.

"Tidak mengherankan karena tidak ada yang bisa bepergian dan ini tempat wisata lokal yang unik," kata Yap.

Yap mengatakan sebagian besar datang untuk berjalan-jalan dengan tenang di kampung dan mengambil foto oasis hijau langka yang terletak di salah satu negara terpadat dan paling urban di dunia itu.

Meskipun masa depan Lorong Buangkok masih belum pasti, melestarikannya berarti menjaga akar, budaya, dan warisan bangsa untuk generasi mendatang dan hal itu merupakan sesuatu yang diperlukan bahkan untuk negara semuda Singapura. BBC/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Bayern Muenchen Tak Akan Le...
Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.