Sejarah Motor Bebek di Indonesia
📅 Jumat, 20 Mar 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKehadiran motor skutik buatan Kymco dan Yamaha Nouvo belum dilirik konsumen, motor tersebut dianggap cocok untuk wanita. Periode 2007-2008, ancaman mulai terasa setelah Yamaha merilis Mio. Skutik perdana Yamaha itu sukses mencuri perhatian konsumen dan langsung melejit. Tonggak penting terjadi pada 2010, saat pangsa pasar skutik menembus 49,01 persen, hampir menjungkalkan pasar motor bebek yang sudah turun menjadi 50,85 persen.
Pada 2017, motor bebek benar-benar sudah tak bisa berkutik oleh motor skutik. Catatan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Januari-Juni 2017, dari sekitar 2,8 juta total motor yang terdistribusi dari pabrikan, motor bebek hanya bisa mengambil pasar 9,24 persen, atau tertinggal jauh dengan motor sport yang pasarnya mulai gemuk di angka 10,7 persen karena model baru yang dibarengi dengan sentuhan teknologi baru.
Sang raja skutik mampu meraih pasar 80,06 persen Kenyataan ini tak terbantahkan dengan jumlah line up masing-masing produsen motor terutama Honda dan Yamaha sebagai penguasa pasar.
Yamaha sampai saat ini mengeluarkan 9 model skutik yang sudah dirilis ke pasar, dan hanya lima untuk model bebek. Model motor bebek Honda saat ini hanya tiga model yang tersedia di pasar, sedangkan skutik sudah enam model. Motor bebek kini dalam posisi tertinggal. Pangsa pasar mereka tergerus habis-habisan oleh motor matik.
Nostalgia Motor Bebek
Tentunya para motoris di Indonesia tidak akan pernah melupakan bagaimana tangguh dan iritnya menggunakan motor jenis bebek. Pada tahun 2000-an menjadi awal mula kejayaan motor bebek.
Motor ini semakin ramai dikonsumsi baik tua maupun muda. Diantara deretan motor bebek legendaris, pastinya nama Honda Astrea merupakan pilihan untuk motor bebek.
Motor bebek ini irit bahan bakar. Maka, wajar saja menjadi kendaraan untuk sehari-hari. Sesuai perkembangan zaman, motor bebek ini mengusung desain body yang lebih besar dan kokoh. Motor ini sangat ngetren di akhir 90-an dan 2000-an. Desainnya yang sederhana dan mesinnya yang tangguh menjadikannya motor terlaris kala itu. Honda Supra.
Motor keluaran Honda ini dirilis pada 2003, sempat menjadi motor bebek paling sukses di Indonesia. Memiliki dua varian, yakni Honda Supra Fit dan Honda Supra X sebagai motor bebek pertama yang menggunakan rem cakram. Muncul juga Honda Supra-XX bebek pertama yang pakai kopling manual.
Disaat pabrikan lainnya berlomba-lomba bikin motor kencang dengan mesin 2 tak, Honda malah menciptakan motor irit, bandel dan awet dengan mesin 4 tak. Pada 2006, kembali mengangkat nama Supra si raja bebek ke posisinya yang paling tinggi, dengan membenamkan mesin baru 125cc, dan nama Honda Supra-X 125 eksis hingga tahun 2017.
Honda Supra series menjadi varian bebek tertinggi dengan membenamkan mesin 150cc DOHC, dengan nama All New Honda Supra GTR. Yamaha Jupiter. Motor bebek satu ini diproduksi oleh pabrikan Jepang Yamaha.
Penjualan Yamaha Jupiter sempat menjadi primadona kala itu. Handling yang mantap dan performa mesin yang powerful membuat motor ini jadi pesaing terberat Honda Supra. Suzuki Shogun.
Motor Suzuki ini diluncurkan untuk menyaingi Honda Supra. Shogun yang arti katanya adalah jenderal, menjadi lawan serius Honda Astrea. Kelebihan Shogun dibandingkan rivalnya adalah kualitas material motor ini yang di atas rata-rata. berbagaisumber/ars
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!