Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Harus Identifikasi Riset Strategis

📅 Jumat, 31 Jan 2020, 09:09 WIB | Oleh:
BRIN Harus Identifikasi Riset Strategis Doc: FOTO: HUMAS/IBRAHIM
Ket. RISET STRATEGIS | Presiden saat membuka Rakornas Kemenristek/BRIN Tahun 2020, di Graha Widya Bhakti Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/1). Presiden minta BRIN mengidentifikasi riset strategis dan solutif serta inovatif yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

TANGERANG SELATAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta untuk mengidentifikasi riset strategis dan solutif serta inovatif yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

Selain itu, BRIN harus bisa mengorkestrasi pengembangan riset yang sangat strategis yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memecahkan permasalahan bangsa dan memanfaatkan peluang global bagi kemajuan negara Indonesia.

"Birokrat-birokrat BRIN jangan hanya duduk di kantor, di belakang meja tapi harus turun dan keliling untuk mengidentifikasi riset-riset inovatif dan strategis, mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dari hulu sampai hilir dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang ada lewat riset dan inovasi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemristek/BRIN 2020 Integrasi Riset dan Inovasi Indonesia di Puspiptek Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/1).

Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan tiga pesan. Pertama, BRIN harus segera mengonsolidasikan agenda riset strategis nasional seperti di bidang pangan, energi, kesehatan, pertahanan, teknologi informasi dan komunikasi.

Menurutnya, pengembangan teknologi dan inovasi mendukung percepatan kemajuan bangsa serta memberikan nilai tambah bagi negara dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kedua, BRIN harus segera melakukan konsolidasi anggaran. Anggaran riset penelitian dan pengembangan seluruhnya sebanyak 27,1 triliun rupiah. Anggaran riset dan penelitian yang berada di semua kementerian dan lembaga itu harus dikonsolidasikan sehingga menghasilkan hilirisasi riset yang baik hingga ke industri.

Jokowi mengatakan begitu pembangunan infrastruktur selesai, maka dana bisa digeser untuk menambah pendanaan riset nasional demi kemajuan masa depan bangsa. "Angka itu (27,1 triliun rupiah) memang belum banyak dibandingkan negaranegara maju, namun jika kita manfaatkan optimal fokus pada tema-tema strategis yang solutif, saya yakin hasil riset kita akan berdampak kepada kemajuan masyarakat," tutur Jokowi.

Ketiga, lanjut Jokowi, BRIN segera melakukan konsolidasi aktor dan jejaring yang harus terlibat dalam proyek inovasi strategis nasional. Selain mengkonsolidasikan 329 unit riset milik kementerian dan lembaga, BRIN juga bisa meningkatkan peran serta swasta dalam risetriset unggulan. Kebijakan super tax deduction menjadi pendorong bagi swasta untuk melakukan penelitian dan pengembangan mereka di Indonesia.

Perbaiki Iklim

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/KaBRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pihaknya ingin memperbaiki iklim hilirisasi riset dan mendekatkan penelitian dengan dunia usaha.

"Lima tahun ke depan ini bagaimana menghilirkan hasil riset dan kedua bagaimana mendekatkan sisi peneliti dan sisi usaha," katanya.

Bambang mengatakan, keberadaan BRIN akan mendukung perbaikan iklim hilirisasi riset. BRIN akan mengintegrasikan seluruh kegiatan penelitian. ruf/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.