Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Kelesuan Bisnis Sapi Potong

📅 Senin, 29 Jul 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dipilih peternak yang betul-betul mau dan berkomitmen meningkatkan skala usahanya. Mereka didampingi dan dibina agar menjadi pengusaha lokal.

Perlu kerja sama antar-stakeholders dan antar-instansi. Instansi-instansi pemerintah yang terlibat dalam usaha peternakan, selain Kementerian Pertanian (Kementan) sangat perlu didukung Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Program dan kebijakan antar-instansi ini kadang tumpang-tindih. Kementan memprogramkan untuk menggencarkan peningkatan populasi ternak. Di sisi lain, Kemendag jangan impor besar-besaran untuk menjawab permintaan. Perbedaan data kebutuhan dan produksi yang dirilis BPS, Kementan, dan Kemendag harus disinkronkan.

Perlu investasi dan keterlibatan sektor swasta atau badan usaha milik pemerintah (BUMN). Manajemen peternakan rakyat yang masih sederhana dan konvesional, jika tidak didukung perusahaan swasta dan BUMN cenderung stagnan. Ini terlihat dari komposisi pendidikan yang bekerja di sub sektor peternakan sebanyak 33,55 persen berpendidikan SD.

Artinya, dari segi kualitas SDM sulit bersaing. Dengan keterlibatan swasta dan BUMN baik dari jumlah investasi maupun badan usahanya diharapkan dapat menutupi celah ini.

Pola konsumsi masyarakat tidak hanya mengonsumsi daging segar (fresh meat), tetapi juga olahan. Maka perlu meningkatkan nilai tambah (diolah). Pertumbuhan sektor pengolahan diharapkan menyerap produksi daging dalam negeri dan menambah lapangan kerja.

Disadari, peningkatan populasi dan pemenuhan kebutuhan sapi potong tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Solusi-solusi instan dalam memenuhinya, misalnya, lewat impor hanya akan membuat Indonesia berada pada pusaran perangkap pangan.

Maka, dibutuhkan kerja sama serius untuk membenahi. Selain itu keberpihakan pemerintah lebih lanjut sangat dinantikan. Kontribusi usaha peternakan tidak bisa diabaikan karena menjadi tumpuan harapan ekonomi jutaan masyarakat desa. Penulis Mahasiswa S2 Ilmu Peternakan UGM

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Imbas Rekonstruksi, Jalan S...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.