Cetak Sejarah, Wasit Asal Somalia yang Ditolak Masuk AS Akan Pimpin Piala Super Eropa
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 04:23 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
JAKARTA - Wasit asal Somalia, Omar Artan akan mencetak sejarah setelah dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026.
Penunjukan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Artan yang sebelumnya gagal menjadi wasit di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk Amerika Serikat (AS) meski memiliki visa yang sah.
Melalui laman resminya pada Senin, UEFA menjelaskan penunjukan Artan merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang ditandatangani tahun ini.
Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara UEFA dan CAF, termasuk dalam penunjukan perangkat pertandingan.
Artan akan memimpin duel antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) dan kampiun Liga Europa Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8). Ia sekaligus menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin pertandingan Piala Super Eropa.
Presiden CAF Patrice Motsepe menyebut penunjukan Artan sebagai sebuah kehormatan besar bagi sang wasit sekaligus bagi sepak bola Afrika.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," kata Motsepe dalam pernyataan yang dipublikasikan UEFA.
Artan, yang kini berusia 34 tahun, merupakan salah satu wasit ternama di Afrika. Ia menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions CAF dan kemudian dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.
Namun, perjalanan Artan menuju panggung Piala Super Eropa tidak terlepas dari kekecewaan besar. Ia sebelumnya terpilih sebagai salah satu wasit untuk Piala Dunia 2026 di AS.
Akan tetapi, Artan dilarang memasuki wilayah AS oleh Customs and Border Protection meski telah memiliki visa yang sah.
"Itu adalah periode yang sangat sulit. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, tetapi kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang," ujar Artan kepada UEFA.
Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan Artan ditolak masuk karena dugaan keterkaitannya dengan "anggota organisasi teroris yang dicurigai".
Kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump juga menjadi sorotan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
AS sebelumnya memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga dari 12 negara, termasuk Somalia.
Meski gagal menjalankan tugas di Piala Dunia, Artan kini mendapat kesempatan besar untuk kembali mencatat sejarah. Ia telah masuk daftar wasit internasional FIFA sejak 2018 dan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika pada 2024.
Artan pun menjadikan perjalanan kariernya sebagai pesan bagi para wasit muda agar tidak menyerah dalam mengejar impian.
"Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi," tutur Artan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!