Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NU-Menhan Bahas Fenomena Penolakan Pancasila

📅 Sabtu, 15 Jun 2019, 05:00 WIB | Oleh:
NU-Menhan Bahas Fenomena Penolakan Pancasila Doc: ISTIMEWA
Ket. KH. Said Aqil Siradj

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj dan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Riyacudu membahas mengenai adanya golongan yang masih membicarakan penolakan Pancasila. Hal tersebut disampaikan Kiai Said sapaan KH. Said Aqil Siradj usai menerima kunjungan Menhan Ryamizard Riyacudu di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (14/6).

"Barusan PBNU dapat kunjungan kehormatan dari bapak Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. Pertama silaturahim perkuat hubungan komunikasi antara Kementerian yang berkaitan langsung dengan keamanan pertahanan dan PBNU sebagai kekuatan civil society, pilar masyarakat," kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, komunikasi ini harus dilakukan secara harus rutin, karena NU mengkoordinir pesan pesantren dan para kiai yang selalu hidup bersama masyarakat selalu hadir bersama rakyat. Sehingga, lanjutnya selalu mendapatkan masukan serta menyaksikan langsung nasib masyarakat terutama dari sisi keamanan.

"Ternyata dari pihak pak menteri pun banyak-banyak hal-hal yang baru beliau mendengar contoh beberapa di antara masyarakat sudah mulai ada fenomena menolak Pancasila. Minimal mempermasalahkan, membincangkan lagi pancasila," ucap Kiai Said. Menurutnya, hal itu akan sangat membahayakan jikalau didiamkan.

"Karena itu, kita harus bergandengan tangan antara pemerintah dengan NU yang kita basisnya di masyarakat bawah, musola, masjid, pesantren, bahwa tantangan negara di depan jauh lebih berat daripada 5 tahun kemarin," tuturnya.

Kiai Said lalu menyinggung fenomena perguruan tinggi yang kini menjadi sasaran golongan-golongan yang mempertentangkan Pancasila tersebut. "Kita semua tahu, tidak ada universitas yang tidak terpapar radikalisme, kecuali UNU ( Universitas NU). Gajah Mada, UI, yabg paling parah ITB, Undip, ITS, pasti ada. Karena apa? melalui kelompok yang namanya tarbiyah. Di sanalah mereka memperdalam, mengkaji pemikiran Ihwanul Muslimin yang dari Mesir itu," jelasnya.

Mahasiswa tersebut nantinya, kata Kiai Said akan menjadi pejabat-pejabat baik di pemerintahan, BUMN maupun perusahaan negara. "Maka kita lihat di berbagai BUMN juga banyak yang aneh kita lihat," ungkap Kiai Said. Ditanya apakah temuan tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah, Kiai Said mengaku sudah menyampaikannya. Sebab itu, ke depan akan diefektifkan lagi Dewan Keamanan Nasional (DKN).

fdl/AR-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.