Keterlibatan Sinergis Natal
📅 Rabu, 26 Des 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNatal perdana adalah kelahiran Yesus yang ditandai keterlibatan sinergis antara Allah, malaikat, dan Maria mestinya menginspirasi pula setiap orang yang merayakan Natal. Ini untuk mengembangkan semangat yang sama, keterlibatan sinergis. Keterlibatan sinergis memartabatkan setiap pribadi. Segala bakat dan talenta dikembangkan secara sinergis untuk membela kemanusiaan dan kemajuan hidup berbangsa. Itulah yang disebut talenta pro patria et humanitate. Kembangkan bakat dan talenta demi bangsa dan manusia.
Keterlibatan sinergis dalam damai suka-cita tak bisa dikungkung oleh kebencian dan dendam satu terhadap yang lain. Sebagaimana Natal Perdana ditandai hilangnya rasa takut, diganti damai suka-cita, demikian pula dengan perayaan-perayaan Natal selanjutnya. Inti damai suka-cita Natal, jangan takut. Ada kesukaan besar besar untuk seluruh bangsa.
Kesukaan besar untuk seluruh bangsa menjadi tantangan pula bagi bangsa kita saat ini. Menyambut tahun demokrasi menjelang Pilpres dan Pileg 2019, adakah kesukaan besar bagi bangsa ini? Sudahkah rasa takut diubah menjadi kegembiraan dan damai suka-cita? Lalu bagaimana damai suka-cita itu bisa diimplementasikan dalam kehidupan sekarang?
Pertama, bangsa saat ini sedang berada dalam situasi darurat martabat kemanusiaan. Kesedihan dan bahkan kecemasan melanda bangsa karena seakan-akan anak-anak negeri sedang diadu oleh kepentingan politik kekuasaan berbasis kebencian dan dendam. Bahkan, bila tidak bijaksana, kita akan terus terjebak dalam arus kebencian "kampret" dan "cebong" yang berujung perpecahan.
Kedua, dalam paradigma itu, kita dengan hikmat Yesus yang lahir, mari membangun keterlibatan sinergis untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan.
Kita hidup di Tanah Air yang selalu dalam ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa demi terwujudnya kemanusiaan yang adil dan beradab. Maka, persatuan Indonesia menjadi tujuan. Bila ada persoalan, mari duduk bersama bermusyarawah seperti diamanatkan sila ke-4 Pancasila, "Kerakyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan." Buahnya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!
Semoga hikmat Yesus menginspirasi hidup bangsa Indonesia oleh Natal yang membawa berkah damai suka-cita keadilan melalui keterlibatan sinergis semua orang. Selamat Natal 2018.
Penulis Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semaran
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!