Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Mengenal Sejarah di Museum 'Makam' Kebon Jahe Kober

📅 Senin, 22 Okt 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Sejarah di Museum 'Makam' Kebon Jahe Kober Doc: koran jakarta/ John abimayu
Ket. destinasi alternatatif I Wisatawan melihat prasasti di Taman Prasasti yang terletak di Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Museum Taman Prasasti yang terletak di Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, merupakan salah satu destinasi yang menarik dikunjungi untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Meseum yang semula pemakaman umum Kebon Jahe Kober zaman Belanda ini menyimpan seribu cerita.

Ketika memasuki pintu gerbang, pengunjung dapat melihat dua kereta kuda yang berada di samping kiri dan kanan serta hamparan nisan. Sebuah lonceng besar, konon lonceng tersebut dibunyikan saat jenazah datang untuk dimakamkan.

Di sebelah kiri, terdapat sebuah replika peti jenazah makan dua tokoh Proklamator yakni Soekarno dan Mohammad. Kedua peti ini pernah digunakan oleh kedua tokoh prokalmator.

Di kaca Peti tersebut tertulis, yang digunakan Soekarno tersebut membawa jenazah Sang Proklamator dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) ke Wisma Yaso sekarang Museum Satria Mandal untuk disemayamkan.

Sedangkan, peti Mohammad Hatta digunakan untuk membawa jenazah dari Rumah Sakit Dr. Tjitpto Mangunkusumo (RSCM) ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Bung Hatta memang berwasiat ingin dimakamkan di tengah-tengah masyarakat.

Disebelah Kanan, terdapat sebuah batu sembahyang dengan huruf Jepang. Batu tersebut sengaja dibuat untuk mengenang para tentara Jepang yang tewas saat bertempur dengan Sekutu.

Selain itu, beberapa kali perwakilan Kedutaan Jepang menyempatkan diri untuk sembahyang disana untuk mendoakan arwah para tentaranya yang gugur di medan perang.

Tak jauh dari situ, terdapat sebuah bangunan kuno menyerupai rumah pribumi. Ternyata, rumah tersebut merupakan makam A. J. W. Van Delden. Dia merupakan seorang juru tulis di Indonesia Timur dan pernah menjabat sebagai ketua perdagangan VOC.

Tidak jauh dari situ, terdapat istri Thomas Stamford Raffles, Olivia Mariamne Raffles. Batu nisannya terbuat dari batu andesit.

Pengujung pun tertuju, pada sebuah bangunan sebuah nisan yang menyerupai katedral berwarna hijau. Nisan tersebut dibuat oleh Panglima Perang bernama J. J. Pierrie karena jasanya yang dianggap besar oleh pemerintah.

Pengunjung juga akan melihat batu nisan berbentuk seperti tugu monumen. Dibuat oleh arsitek dari New York bernama R. E. Launitz, batu nisan ini merupakan milik Direktur Jenderal Finansial Hindia Belanda bernama L. Launy.

Disamping itu, wisatawan juga akan melihat patung laki-laki berwarna cokelat. Konon, menurut Eko, itu adalah patung seorang pastur yang mendirikan yayasan Vincentius di Jakarta.

Masih terdapat beberapa tokoh penting lain yang terdapat batu nisannya di sana. Salah satunya adalah Dr. H. F. Roll yang merupakan kepala sekolah Dokter Jawa. Kemudian berganti nama jadi STOVIA lalu berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pengujung sangat antusias melihat makam kuno dimana para tokoh kolonial Belanda disemayamkan disana. Salah satunya, Ahmad Turmuzi, 19 tahun)mengaku sangat senang bisa berkunjung ke sebuah museum dimana terdapat sebuah makam kuno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rupiah Masih Tertekan, 12 Juni 2026

31 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 12 J...
Ekonomi
Sentimen Eksternal Dominan,...

Ayo ke Jakarta Fair, Membidik Transaksi Rp8 Triliun

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ayo ke Jakarta Fair, Membid...

Efek Domino Korupsi MBG, Kapolres Bekasi Diterpa Isu Terlibat

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Efek Domino Korupsi MBG, Ka...
Olahraga
Mourinho Kembali ke Madrid:...

Tangerang Perluas Kemampuan Mengelola Sampah

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Perluas Kemampuan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.