Memanfaatkan Jamur untuk Tanaman Penghasil Bioenergi
📅 Kamis, 29 Mar 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMereka kemudian mengklasifikasikan isolat jamur sebagai isolat yang berkinerja tinggi, menengah atau rendah. Para peneliti menemukan bahwa isolat berkinerja tinggi meningkatkan penggunaan biomassa dan hara alfalfa lebih dari 170 persen, sementara kinerja rendah tidak berpengaruh pada pertumbuhan.
Meski demikian, Bucking mengingatkan bahwa kondisi masing-masing akan berbeda, saat menguntungkan satu tanaman, mungkin tidak memberikan nutrisi atau manfaat yang sama dengan spesies tanaman lainnya. "Bahkan isolat yang berbeda dari satu spesies jamur dapat berperilaku berbeda, dan perlu untuk mengidentifikasi jamur yang secara optimal disesuaikan dengan lingkungan spesifik dan tanaman inangnya untuk mendapatkan manfaat tanaman tertinggi.
Beradaptasi dengan Stres
Selain memberikan nutrisi, keberadaan jamur bisa melindungi tanaman pangan dan bioenergi dari tekanan lingkungan, seperti kekeringan, salinitas dan logam berat, dan penyakit.
Peningkatan toleransi melalui perkembangbiakan konvensional pada umumnya hanya menargetkan satu faktor stres spesifik, namun panen sering mengalami beberapa tekanan secara bersamaan. "Jamur ini, jika digunakan secara efisien, dapat memberi tanaman itu ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan yang seringkali sulit kita prediksi," tambah Bucking.
Namun, lanjutnya, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami bagaimana simbiosis purba ini antara tanaman darat dan jamur dapat digunakan secara maksimal. n nik/berbagai sumber/E-6
Keuntungan Tanaman saat Bersimbiosis dengan Jamur
Mengembangkan hubungan simbiosis antara jamur dengan tanaman tidak hanya membuat tanaman menjadi lebih toleran terhadap penyakit. Simbiosis ini juga dapat membantu atau berkontribusi pada praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Demikian kesimpulan dari sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini oleh para ilmuan di University of Gothenburg, Jerman.
Sebagian besar tanaman bisa membentuk simbiosis dengan jamur untuk mendapatkan nutrisi kunci. Jamur pada gilirannya mendapatkan karbohidrat yang dihasilkan melalui fotosintesis tanaman.
Simbiosis jenis ini disebut mikoriza arbuskular dan sangat penting bagi pertanian berkelanjutan karena membantu tanaman memanfaatkan fosfat dengan lebih baik dalam pupuk.
"Simbiosis ini sangat penting karena kebocoran fosfat dari ladang pertanian berkontribusi terhadap eutrofikasi sungai, danau dan laut yang berbahaya," kata Cornelia Spetea Wiklund, profesor pada Departemen Ilmu Biologi dan Lingkungan, Universitas Gothenburg.

Dari riset tersebut menyimpulkan bahwa simbiosis antara jamur dan tanaman mampu melindungi dari kekeringan dan penyakit. Simbiosis jamur juga membuat tanaman lebih toleran terhadap penyakit tertentu dan faktor lingkungan seperti kekeringan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!