Memanfaatkan Jamur untuk Tanaman Penghasil Bioenergi
📅 Kamis, 29 Mar 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAgar bisa belajar bagaimana memanfaatkan simbiosis dengan lebih baik di pertanian, para peneliti telah meneliti apa yang menyebabkan peningkatan ketahanan tanaman. Salah satu mekanisme yang terlibat tampaknya adalah bahwa jamur meningkatkan kadar beberapa hormon tanaman di akar dan tunasnya.
"Studi tentang jamur Medicago truncatula menunjukkan bahwa sintesis dan pemberian sinyal dua hormon tanaman penting meningkat pada tanaman yang membentuk simbiosis ini," kata Lisa Adolfsson, peneliti di Departemen Ilmu Biologi dan Lingkungan, Universitas Gothenburg.
Salah satu hormon (ABA) membuat tanaman lebih tahan kekeringan, karena mengurangi penguapan air melalui stomata daun. Hormon lain (jasmonate) membantu meningkatkan produksi zat sekunder yang melindungi tanaman terhadap stres dan penyakit.
Efek Hormonal
Dengan mengukur kadar berbagai zat dalam tunas kacang polong, yang hidup dalam simbiosis dengan jamur, dan menggabungkan hasilnya dengan penelitian genetik berskala besar, para peneliti telah menemukan bahwa kadar zat sekunder (flavonoid dan terpenoid) meningkat di tunas sebagai hasil dari peningkatan kadar hormon.
"Ini adalah temuan menarik yang mungkin menjelaskan peningkatan toleransi terhadap berbagai faktor stres dan penyakit," kata Spetea Wiklund. Jadi, hasilnya menunjukkan bahwa simbiotik jamur mempengaruhi kadar hormonal tanaman.
'Medicago truncatula kacang polong digunakan sebagai model kacang polong lainnya. Akibatnya, temuan ini dapat diterapkan pada tanaman komersial penting seperti kedelai, " kata Adolffson. () nik/berbagai sumber/E-6. yun/E-6
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!