Ragam Bumbu di Balik Kuliner Bali
📅 Senin, 10 Jul 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJika base genep ditambah dengan base wangen ini maka jadilan base gede. Ada sekitar 29 bumbu di dalamnya termasuk kemeyan yang juga kerap ditambahkan di dalamnya.
Selain penggunaan bumbu, masyarakat bali juga mengenal jejaton. Jejaton ini biasanya digunakan untuk memperkuat rasa.
Umumnya diambil dari sejumlah rempah seperti jangu yang biasanya digunakan untuk olahan sajian ternak ( unggas ataupun babi), air jeruk limau ( kadang menggunakan daun yang dirajang), asem, tabia bun atau sejenis cabai rambat , cengkeh atau rempah lainnya. nik/E-6
Racikan Lezat dari Tanaman Lokal
Masyarakat Bali percaya jika bumbu merupakan berkat dari dewa yang diberikan kepada para pandawa. Jika seorang belawa atau juru masak yang berhasil menggabungkan seluruh elemen rasa ini, maka ia mampu membentuk kekuatan dewa siwa yang mampu menjaga makanan itu sendiri.
Sebagian masyatakat Bali percaya para pandawa ini membawa kekuatan rasa masing-masing. Seperti Yudhistira dengan rasa asin, nakula dengan rasa pedas, sadewa dengan rasa manis dan lain sebagainya. Rasa-rasa tersebut kemudian diwujudkan dalam bahan bumbu seperti lengkuas, jahe untuk rasa pedas, rasa asam untuk jeruk limau dan lain sebagainya.
Hampir sebagian besar bumbu-bumbu yang digunakan oleh masyarakat Bali merupakan tanaman asli yang tumbuh di Bali. Sementara bumbu pelengkap lain seperti sejumlah rempah dikenal masyarakat Bali dari proses akulturasi dengan para pedagang yang singgah di Bali.

Pengunaan makanan sebagai bagian dari ritual adat juga perlahan mempengaruhi dalam keragaman bumbu. Dimana racikan bumbu dalam setiap masakan kemudian disesuaikan dengan kearifan lokal dari sejumlah kerajaan-kerjaan kecil yang ada di Bali seperti kerajaan Karang Asem, Tabanan, Buleleng, dan lain sebagainya.
Meski demikian, dapur-dapur masyarakat Bali tak luput dari bumbu genep yang menjadi dasar dari berbagai olahan kuliner Bali.
nik/berbagai sumber/E-6
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!