WHO: Tuberkulosis Renggut 1,23 Juta Jiwa di Seluruh Dunia Tahun Lalu, Indonesia Nomor 2 Terbanyak Kasus TB
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 09:46 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
NEW YORK — Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab kematian menular terbanyak di dunia, merenggut sekitar 1,23 juta jiwa tahun lalu, demikian pernyataan organisasi kesehatan PBB (WHO) pada Rabu (12/11). Kemajuan yang dicapai dalam melawan penyakit ini masih rapuh.
Jumlah orang yang didiagnosis tuberkulosis di seluruh dunia kembali meningkat tahun lalu, melampaui rekor total tahun 2023, ungkap pejabat WHO, Rabu.
Sekitar 8,3 juta orang di seluruh dunia dilaporkan baru didiagnosis TB pada tahun 2024. Tidak semua infeksi terdiagnosis dan angka baru ini mewakili 78% dari perkiraan jumlah orang yang benar-benar jatuh sakit tahun lalu, catat WHO.
Ini merupakan rekor tertinggi, yang menurut WHO disebabkan oleh jangkauan yang lebih luas kepada lebih banyak orang yang terjangkit penyakit tersebut.
Tahun lalu, tingkat keberhasilan pengobatan meningkat dari 68 persen menjadi 71 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pejabat WHO melihat peningkatan ini sebagai indikasi bahwa skrining dan pengobatan membaik setelah gangguan layanan kesehatan selama pandemi COVID-19. Secara global, jumlah kematian akibat TB turun pada tahun 2024 menjadi 1,23 juta, turun dari 1,25 juta pada tahun sebelumnya.
WHO memperkirakan bahwa pengobatan TB yang tepat waktu telah menyelamatkan 83 juta jiwa sejak tahun 2000.
Kasus tuberkulosis di AS terus meningkat tahun lalu, mencapai level tertinggi dalam dua belas tahun lebih, menurut data awal yang dirilis awal tahun ini. Sebagian besar kasus TB di AS didiagnosis pada orang yang lahir di negara lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun lalu, delapan negara menyumbang dua pertiga kasus TB global.
Negara-negara tersebut adalah India (25 persen), Indonesia (10 persen), Filipina (6,8 persen), Tiongkok (6,5 persen), Pakistan (6,3 persen), Nigeria (4,8 persen), Republik Demokratik Kongo (3,9 persen), dan Bangladesh (3,6 persen).
Lima faktor risiko utama yang mendorong epidemi ini adalah kekurangan gizi, infeksi HIV, diabetes, gangguan merokok, dan penyalahgunaan alkohol. TB merupakan penyebab kematian utama penderita HIV, dengan angka kematian tahun lalu mencapai 150.000 jiwa.
Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang menyerang paru-paru, dan menyebar melalui udara ketika penderitanya batuk atau bersin. Diperkirakan sekitar seperempat populasi dunia menderita TB, tetapi hanya sebagian kecil yang menunjukkan gejala. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak diobati, dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
WHO merilis laporan TB setiap tahun. Laporan terbaru didasarkan pada data dari 184 negara. Pendanaan untuk memerangi penyakit ini sudah stagnan, dan para ahli khawatir akan kemungkinan kemunduran dalam perjuangan ini menyusul pemotongan anggaran baru-baru ini oleh pemerintah AS dan lembaga donor lainnya.
Penelitian Vaksin, Perangkat AI
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!