Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota London Ingin Sita Properti WN Russia Senilai Rp21,7 Triliun

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Wali Kota London Ingin Sita Properti WN Russia Senilai Rp21,7 Triliun Doc: JUSTIN TALLIS / AFP
Ket. Walikota London, Sadiq Khan mendesak pemerintah Inggris untuk menyita properti milik warga negara Russia yang diduga terkait dengan Kremlin, Minggu (25/2).

MOSKWA - Wali Kota London, Sadiq Khan, pada Minggu (25/2), mendesak pemerintah Inggris untuk menyita properti milik warga negara Russia yang diduga terkait dengan Kremlin. Dana penjualan dari hasil sitaan properti tersebut dapat digunakan dalam membangun perumahan bagi para pengungsi Ukraina.

"Saya mendesak pemerintah untuk menyita aset properti yang dimiliki oleh sekutu (Presiden Russia Vladimir) Putin, serta membuat daftar efektif atas kepemilikan manfaat properti di luar negeri," kata Khan dalam suratnya kepada Menteri Peningkatan, Perumahan dan Komunitas, Michael Gove, yang disiarkan oleh radio LBC.

Seperti dikutip dari Antara, Khan mengatakan analisis baru oleh Balai mengungkapkan bahwa jika 1,1 miliar pound (sekitar 21,7 triliun rupiah) dari properti, yang diidentifikasi oleh Transparansi Internasional pada 2022 sebagai milik warga negara Russia yang dituduh melakukan korupsi atau memiliki hubungan dengan Kremlin, itu dapat dijual maka akan menyediakan dana yang cukup untuk membangun lebih dari 4.000 rumah berbiaya rendah.

Khan dalam suratnya menambahkan Inggris dapat menggunakan dana dari penjualan properti itu untuk menyediakan perumahan bagi pengungsi Ukraina di London.

Setelah dimulainya operasi militer khusus Russia di Ukraina pada 24 Februari 2022, negara-negara Barat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi komprehensif terhadap Russia, termasuk pembekuan hampir setengah cadangan mata uang asing negara tersebut.

Melanggar Hukum

Russia menyatakan segala upaya untuk menyita aset-asetnya yang dibekukan akan melanggar hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Russia, Maria Zakharova, mengatakan rencana Uni Eropa untuk menyita aset-aset bank sentral Russia merupakan sebuah eskalasi agresi ekonomi dan memperingatkan Moskwa akan menanggapi hal tersebut dengan cara yang keras.

Pada Desember tahun lalu, Kantor Penerapan Sanksi Keuangan Kementerian Keuangan Inggris mengatakan negara tersebut telah membekukan aset Russia senilai 22,7 miliar pound (sekitar 449,2 triliun rupiah) serta memberikan sanksi kepada sekitar 90 persen sektor perbankan Russia sejak Februari 2022.

Sebelumnya, Badan Keamanan Ukraina atau Security Service of Ukraine (SBU) menyatakan telah menyita aset senilai lebih dari 3,5 miliar hryvnia (sekitar 1,39 triliun rupiah) dari triliuner Vadym Novynskyi, yang sedang diselidiki karena membantu Russia.

Menurut majalah Forbes, Novynskyi memiliki harta kekayaan hingga 1,4 miliar dollar AS (sekitar 20,57 triliun rupiah). Dia adalah salah satu orang terkaya di Ukraina, mantan anggota dewan, dan penyokong Gereja Ortodoks Ukraina atau Ukrainian Orthodox Church (UOC).

Novynskyi tidak tinggal di Ukraina dan keberadaannya tidak diketahui. Dia tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Dia dijatuhi sanksi oleh Ukraina pada Desember bersama beberapa uskup UOC, menyusul penggeledahan terhadap properti gereja atas tuduhan memiliki kaitan dengan Russia. Novynskyi menyebut sanksi tersebut adalah persekusi atas dasar keagamaan.

Dalam pernyataannya, SBU mengatakan Novynskyi telah mencoba untuk menghindari sanksi dengan mentransfer aset-asetnya ke struktur komersial yang terafiliasi. Mereka telah menyita aset-aset Novynskyi, termasuk akta kepemilikan 40 perusahaan Ukraina dan 30 sumur gas alam.

"Properti oligarki pro Russia, Vadym Novynskyi, yang terlibat dalam membantu negara agresor, telah disita," kata SBU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

30 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.