Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Viral Surat Pernyataan MBG dari Sekolah untuk Orangtua Murid di Rejang Lebong, Ini Kata Disdikbud

📅 Sabtu, 01 Nov 2025, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Viral Surat Pernyataan MBG dari Sekolah untuk Orangtua Murid di Rejang Lebong, Ini Kata Disdikbud Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Pelajar SDN 15 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, menyantap sarapan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (10/1/2025).

REJANG LEBONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan satu sekolah dasar negeri di daerah tersebut telah menarik kembali surat pernyataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya diminta ditandatangani orang tua murid.

“Kami sudah meminta pihak sekolah untuk menarik kembali surat itu, dan saat ini sekolah yang bersangkutan telah melakukan penarikan. Surat tersebut dibuat oleh pihak sekolah, bukan dari Disdikbud Rejang Lebong,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, di Rejang Lebong, Jumat.

Ia mengatakan, kebijakan salah satu sekolah dasar negeri di wilayah itu menjadi viral di media sosial dalam sepekan terakhir karena mengeluarkan surat berisi persetujuan orang tua untuk menerima atau menolak program MBG bagi siswa. Isi surat tersebut dinilai menimbulkan kontroversi dan keresahan di kalangan wali murid.

Dalam surat yang dibuat oleh pihak sekolah itu, terdapat beberapa poin yang dianggap memberatkan dan tidak pantas. Salah satunya adalah pernyataan bahwa orang tua tidak akan menuntut pihak sekolah apabila terjadi keracunan pada siswa penerima program MBG.

Selain itu, surat tersebut juga mencantumkan kewajiban bagi orang tua untuk membayar ganti rugi sebesar Rp80.000 apabila wadah makanan (ompreng) yang digunakan siswa hilang atau rusak.

Zakaria menegaskan, Disdikbud Rejang Lebong tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang membebankan orang tua, apalagi sampai mencantumkan ketentuan ganti rugi yang tidak diperbolehkan.

“Surat itu bukan dari kami, melainkan inisiatif pihak sekolah yang mencari contoh di internet kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan sekolahnya,” katanya.

Ia berharap tidak ada lagi sekolah yang membuat kebijakan sendiri, terutama yang berkaitan dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, seluruh pihak seharusnya mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.