Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Veronica Tan Serukan Sinergi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 12:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Veronica Tan Serukan Sinergi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan

Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.

"Kami mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, hingga para pemimpin, untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Isu kesetaraan gender dan perlindungan anak tidak boleh dianggap sebagai agenda sampingan, melainkan harus menjadi bagian integral dari strategi besar pembangunan nasional," kata Wamen PPPA Veronica Tan di Jakarta, Selasa.

Veronica Tan menekankan pentingnya penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan sektor care economy, seperti profesi caregiver dan Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Ia menilai PRT dan caregiver seharusnya dapat diakui sebagai profesi dengan standar dan sertifikasi yang jelas. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi jalan untuk memperluas lapangan kerja bagi perempuan dan mengurangi risiko pekerja migran yang tidak terlindungi secara hukum.

"Pengembangan care economy akan menjadi roadmap pemerintah untuk mendukung kesetaraan gender dan memperluas kesempatan kerja bagi kelompok perempuan rentan. Dengan menciptakan care center yang berkualitas, mengembangkan sistem pelatihan dan sertifikasi bagi caregiver dan pekerja rumah tangga dengan perlindungan hukum, Indonesia dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengatasi masalah sosial yang ada," kata Wamen PPPA Veronica Tan.

Wamen PPPA menambahkan penguatan sektor care economy tidak akan berjalan efektif tanpa keterlibatan para profesional di bidang manajemen.

Ia menekankan peran manajemen sangat krusial dalam memastikan visi dan kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program nyata di lapangan.

Veronica Tan juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah bagi perempuan.

Hal ini mencakup penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang women-friendly, seperti cuti melahirkan, fasilitas menyusui, hingga kebijakan anti diskriminasi dan anti kekerasan seksual.

Menurut Veronica Tan, komitmen terhadap hal ini bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi, melainkan mencerminkan nilai dan budaya institusi yang berpihak pada keadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.