Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Pengemudi Tuk-tuk Perempuan di Kamboja Melawan Prasangka Gender

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 02:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Pengemudi Tuk-tuk Perempuan di Kamboja Melawan Prasangka Gender Doc: AFP/TANG CHHIN Sothy
Ket. Pengemudi Tuk-tuk | Roeung ”Sopy” Sorphy, seorang pengemudi tuk-tuk perempuan di Kota Siem Reap, Kamboja, bersiap mengantar turis mengelilingi kompleks kuil Angkor Wat pada 17 November lalu. Menjadi pengemudi tuk-tuk merupakan tantangan bagi kaum perempuan di Kamboja karena mereka selain harus bisa bersaing juga harus menghadapi rentetan ejekan, kebencian, dan prasangka.

Setiap hari, Roeung Sorphy dengan cekatan menyusuri jalanan Kota Siem Reap, zig-zag melewati mobil, sepeda motor, dan sesekali anjing liar saat ia menggiring wisatawan ke kompleks kuil Angkor Wat yang terkenal.

Namun dalam perjalanannya, menjadi salah satu dari sedikit pengemudi tuk-tuk perempuan di Kamboja, perempuan berusia 37 tahun yang akrab dipanggil Sopy ini harus menghindari tidak hanya pengguna jalan lain, tetapi juga rentetan ejekan, misogini, dan prasangka.

Kamboja telah mengambil langkah-langkah hukum dan praktis menuju kesetaraan gender, namun masyarakatnya masih konservatif dan patriarki. Kaum perempuan biasanya diharapkan untuk mengurus rumah tangga dan keluarga daripada mencari pekerjaan yang dibayar.

Saat pertama kali Sopy turun ke jalan, memang berat. "Awalnya mereka (pengemudi pria) meremehkan saya. Mereka mengatakan kami perempuan harus tinggal di rumah dan mencuci piring," kata dia saat menjabarkan bagaimana ia dilecehkan dan diserang secara verbal ketika bersaing untuk mendapatkan ongkos jasanya.

"Tetapi kami tetap bertahan," kata dia usai membersihkan tuk-tuknya, dengan penuh semangat menghiasinya dengan bunga teratai putih yang sedang mekar.

Dia memulai kariernya setelah meminjam 3.000 dollar AS untuk membeli tuk-tuk, dan kini telah berkendara melalui jalan yang teduh di Taman Angkor selama lebih dari tiga tahun.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan suami saja," kata Sopy seraya mendesak lebih banyak perempuan untuk terjun dalam profesi ini. "Kami kuat seperti laki-laki," imbuh perempuan yang suaminya juga seorang sopir tuk-tuk.

Dia mengenakan tarif sekitar 15 dollar AS per penumpang untuk tur keliling Angkor, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang amat luas. Setelah bertahun-tahun, rekan-rekan prianya akhirnya mau menerimanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Kami telah memenangkan hati mereka dan mereka pun berhenti mendiskriminasi kami. Mereka menganggap kami setara," kata Sopy.

Hadapi Diskriminasi

Berdasarkan laporan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (US Agency for International Development) pada 2020 lalu menyatakan bahwa kaum perempuan terhambat oleh upah rendah, kondisi kerja yang buruk, kurangnya pengasuhan anak, dan terbatasnya akses terhadap keuangan dan pelatihan.

Untuk membantu perempuan di bidang yang didominasi laki-laki, pengemudi terkenal Kim Sokleang, yang lebih dikenal sebagai "Tuk-tuk Lady", tahun lalu mendirikan Asosiasi Pengemudi Siem Reap Remorque. Kelompoknya terdiri dari 20 pengemudi perempuan, enam di antaranya, seperti dia, adalah ibu tunggal.

"Diskriminasi terhadap perempuan Kamboja masih ada," kata Kim saat menunggu penumpang di Kuil Bayon.

Setelah bercerai pada tahun 2013, Kim mulai mengendarai tuk-tuk di Ibu Kota Phnom Penh untuk memberi makan kedua putranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.