Upaya Kemenekraf Ciptakan Talenta Muda Kreatif Lewat Gen Matic
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 17:32 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Kemenekraf
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) turut memperkuat literasi dan kemampuan digital generasi muda melalui program pelatihan bertajuk Generasi Melek Teknologi (Gen Matic).
"Pogram ini bentuk kolaborasi multipihak atau hexahelix untuk menciptakan talenta muda kreatif di berbagai daerah," kata Wakil Menteri (Wamen) Ekraf, Irene Umar di Jakarta, Kamis (3/7).
Irene menyampaikan, Gen Matic merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Tokopedia, TikTok, dan President University untuk mendorong literasi digital dan produktivitas generasi muda di era digital.
Program pelatihan dan pendampingan berbasis digital kali ini dilaksanakan dalam sehari, diikuti 100 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.
Pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah diselenggarakan di Yogyakarta 22 Mei dan Bali pada 14 Juni 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gen Matic membekali peserta dengan keterampilan untuk menjadi affiliator dan content creator profesional.
Para peserta akan dibekali dengan berbagai materi antara lain Afilitasi dan Personal Branding serta Strategi Konten dan Perancangan Skrip Video.
Kemudian juga materi Strategi Persiapan Live Streaming dan Praktik Pembuatan Konten dan Live Streaming.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun seluruh materi dibawakan langsung oleh Tim Edukasi Tokopedia dan Tiktok e-Commerce.
Setelah pelatihan ditutup, nantinya kegiatan ini akan kembali digelar pada 18 Juli 2025 di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian nasional program Gen Matic.
Program Gen Matic ini merupakan inisiatif pengembangan dari program Emak-Emak Matic (Emak-Emak Melek Teknologi) yang telah lebih dulu dieksekusi Kementerian Ekraf.
Lebih lanjut Wamen Ekraf menegaskan peserta pelatihan harus mampu memahami teknologi sekaligus mengaplikasikannya secara produktif.
Menurut dia, para peserta nantinya harus mengambil peran aktif dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Melek teknologi saja tidak cukup, pembekalan hari ini harus menjadi langkah awal untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Irene. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!