Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Cuaca Ekstrem, DPKP Kota Jambi Dorong Petani Gunakan Varietas Unggul

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 11:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Cuaca Ekstrem, DPKP Kota Jambi Dorong Petani Gunakan Varietas Unggul Doc: ANTARA
Ket. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi, Amiruddin, saat memberikan penjelasan usai kegiatan bertani bersama para siswa di Jambi, Kamis (4/3/2026).

KOTA JAMBI – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi mendorong petani memanfaatkan varietas unggul sebagai salah satu langkah strategis untuk menghadapi anomali cuaca dan cuaca ekstrem yang berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi Amiruddin di Jambi, Kamis(04/6),mengatakan perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, seperti kekeringan berkepanjangan maupun curah hujan tinggi, menjadi tantangan yang harus dihadapi petani.

Penggunaan varietas unggul yang toleran terhadap kondisi lingkungan ekstrem dinilai menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Pihaknya juga mengarahkan petani menerapkan teknologi budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Teknologi tersebut meliputi penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, pemanfaatan rumah kaca (green house) guna melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, serta penerapan sistem irigasi hemat air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air.

"Kami mengantisipasi anomali cuaca dengan menerapkan teknologi budidaya adaptif seperti mulsa, green house dan system irigasi hemat air," katanya.

Menurut dia, upaya lain yang dilakukan adalah percepatan tanam pada wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai.

Langkah tersebut bertujuan mengoptimalkan masa tanam sehingga tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih mendukung dan terhindar dari risiko cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah setempat juga memperkuat pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui pemantauan rutin dan koordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

"Pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui pemantauan dan pengamatan rutin terhadap perkembangan organisme," kata dia.

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT), penggunaan benih sehat bersertifikat, serta pemanfaatan agen hayati seperti Trichoderma terus didorong untuk menekan serangan hama dan penyakit tanaman.

"Kami juga menyiapkan sarana pengendalian OPT termasuk pestisida yang digunakan sesuai rekomendasi," kata Amiruddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.