Universitas Andalas (Unand) mencatatkan 13.349 kekayaan intelektual dalam satu dekade terakhir
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), menghasilkan 13.349 kekayaan intelektual yang meliputi paten, hak cipta, merek, dan desain industri, selama satu dekade terakhir.
"Dalam satu dekade terakhir Universitas Andalas tercatat memiliki 1.429 desain industri, 1.822 paten, 10.055 hak cipta, dan 43 merek," kata Rektor Unand Efa Yonnedi di Kota Padang, Kamis.
Efa menyebutkan 13 ribu lebih kekayaan intelektual itu terdaftar dan mendapat pengakuan, sekaligus penghargaan dari Kementerian Hukum sebagai perguruan tinggi dengan jumlah permohonan desain industri dan paten terbanyak.
"Ini merupakan hasil kerja para peneliti yang telah berkontribusi menghasilkan karya-karya inovatif untuk membantu masyarakat dan dunia pendidikan," kata Efa.
Meskipun telah mendapat pengakuan sebagai perguruan tinggi dengan desain industri dan paten terbanyak di Indonesia, Efa menegaskan Unand akan terus mendorong para peneliti untuk membenahi ekosistem riset dan inovasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tujuannya agar kita bisa membangun budaya ilmiah sehingga menghasilkan karya paten dan desain industri yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus membantu menyelesaikan persoalan bangsa," kata rektor.
Terpisah Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan kekayaan intelektual merupakan indikator penting kemajuan suatu negara. Oleh karena itu ia mendorong perguruan tinggi dan institusi lain terus meningkatkan kesadaran pentingnya mendaftarkan kekayaan intelektual secara resmi.
"Semakin tinggi angka pendaftaran kekayaan intelektual, semakin terlihat pula kemajuan inovasi dan kreativitas sebuah bangsa," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama beberapa tahun terakhir Kementerian Hukum melihat adanya tren positif pertumbuhan pendaftaran kekayaan intelektual dengan rata-rata kenaikan 18,5 persen per tahun.
"Ini menjadi momentum strategis untuk menjadikan kekayaan intelektual sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional," kata Supratman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!