Trump Kerahkan Dua Kapal Selam Nuklir di Dekat Russia
📅 Senin, 04 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Brendan SMIALOWSKI and Kirill KUDRYAVTSEV/AFP
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Jumat, pekan lalu mengatakan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir sedekat mungkin dengan Russia sebagai respon atas pernyataan mantan Presiden Russia, Dmitry Medvedev.
“Ya, mereka berada dekat Russia,” kata Trump dalam wawancara dengan Newsmax mengenai lokasi kapal selam tersebut.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir AS ke wilayah yang tepat di tengah meningkatnya perang kata-kata dengan Medvedev.
“Mantan presiden yang sekarang memimpin salah satu dewan terpenting Russia, Medvedev, mengatakan beberapa hal yang sangat buruk, berbicara tentang nuklir. Dan ketika Anda menyebut kata nuklir, saya berkata, Anda tahu, mata saya berbinar, dan saya berkata, 'Kita sebaiknya berhati-hati, karena itu ancaman terbesar.' Seharusnya dia tidak mengatakannya.” Kata Trump.
“Dia suka bicara kurang ajar. Dia juga pernah mengatakan hal yang sama di masa lalu, dan kami selalu ingin siap, jadi saya telah mengirim dua kapal selam nuklir ke wilayah ini. Saya hanya ingin memastikan bahwa kata-katanya hanyalah kata-kata dan tidak lebih dari itu,” kata Trump kepada Newsmax.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump menegaskan kembali bahwa perang Russia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun tidak akan pernah terjadi jika ia menjadi presiden.
“Saya akan mengatakan ini: Itu adalah perang yang harus diakhiri. Itu adalah perang yang mengerikan,” katanya kepada Newsmax.
Sebelumnya pada Senin, Medvedev mengecam Trump dengan memperingatkan bahwa meningkatnya tekanan presiden AS itu terhadap Kremlin terkait perang di Ukraina berisiko memicu konflik yang lebih luas, tidak hanya antara Russia dan Ukraina, tetapi juga antara Russia dan AS.
Dia menulis di X: “50 hari atau 10 … Dia harus ingat 2 hal: 1. Russia bukan Israel atau bahkan Iran. 2. Setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Russia dan Ukraina, tetapi dengan negaranya sendiri. Jangan ikuti Joe Biden!
Unggahan itu muncul setelah Trump mengancam Russia pada Senin dengan sanksi dan tarif sekunder jika tidak mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu "sekitar 10 atau 12 hari," jauh lebih awal dari batas waktu sebelumnya.
Kekuatan Dunia
Sementara itu, pengamat politik dan Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, dengan pengerahan kapal selam tersebut Trump ingin menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinannya, AS tidak hanya ingin menjadi nomor satu dalam ekonomi tapi juga dalam percaturan kekuatan dunia.
“Sebenarnya Trump belum tentu ingin membuka perang dunia tiga, tapi lebih ingin menyatakan bahwa Russia jangan sekali-kali menganggap remeh AS karena bagaimanapun militernya adalah yang nomor satu di dunia. Selain punya arsenal nuklir yang cukup, militernya juga sudah kenyang pengalaman di berbagai medan tenpur global, baik perang konvensional maupun yang bersifat diam-diam dan menggunakan teknologi canggih,” kata Rokhim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!