Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Rebut Terumbu Karang dekat Pos Militer Utama Filipina

📅 Senin, 28 Apr 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Rebut Terumbu Karang dekat Pos Militer Utama Filipina Doc: AFP/Philippine Coast Guard
Ket. Foto yang diambil pada 21 Maret menunjukkan pemandangan dari udara saat para ilmuwan Filipina memeriksa terumbu karang Sandy Cay di Kepulauan Spratly, LTS.

BEIJING – Media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah menguasai sebuah ­terumbu karang yang disengketakan di dekat pos militer utama Filipina di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Laporan itu telah menambah ketegangan teritorial yang sudah berlangsung lama antara Beijing dengan Manila.

Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS dan telah mengabaikan pernyataan serupa dari negara-negara regional lainnya serta keputusan internasional bahwa klaimnya itu tidak memiliki dasar hukum.

Tiongkok dan Filipina telah terlibat dalam konfrontasi selama berbulan-bulan di perairan yang disengketakan tersebut dan Manila saat ini sedang mengambil bagian dalam latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS) yang dikecam Beijing karena dianggap mengganggu stabilitas.

“Penjaga Pantai Tiongkok telah menerapkan kontrol maritim di atas Terumbu Karang Tiexian, yang juga dikenal sebagai Sandy Cay, pada pertengahan April,” lapor kantor berita CCTV pada Sabtu (26/4).

Gumuk pasir kecil yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly, terletak di dekat Pulau Thitu alias Pulau Pag-asa yang merupakan lokasi fasilitas militer Filipina.

CCTV mengatakan Penjaga Pantai Tiongkok mendarat di Sandy Cay untuk menjalankan kedaulatan dan yurisdiksi atas terumbu karang tersebut, melakukan inspeksi dan mengumpulkan bukti video terkait aktivitas ilegal pihak Filipina.

Dalam laporannya, CCTV juga mempublikasikan foto lima orang berpakaian hitam berdiri di atas terumbu karang tak berpenghuni saat sebuah perahu karet berwarna gelap terombang-ambing di air di dekatnya.

Rekaman lain menunjukkan empat pejabat penjaga pantai berpose dengan bendera nasional di permukaan putih terumbu karang, dalam apa yang CCTV gambarkan sebagai sumpah kedaulatan.

“Kelompok penjaga pantai itu juga membersihkan sisa-sisa botol plastik, tongkat kayu, dan puing-puing serta sampah lainnya di terumbu karang,” ungkap CCTV.

Sementara itu Financial Times melaporkan seorang pejabat maritim Filipina yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah pergi dari Sandy Cay setelah mengibarkan bendera.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa Tiongkok telah menduduki terumbu karang itu secara permanen atau membangun bangunan di atasnya,” ungkap pejabat itu.

Saling Salahkan

Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing dan Manila saling menyalahkan atas apa yang mereka gambarkan sebagai degradasi ekologi pada beberapa bentuk lahan yang disengketakan di LTS.

Kantor berita Xinhua dalam laporannya pada Jumat (25/4) lalu yang mengutip laporan dari kementerian sumber daya alam telah membantah tuduhan Manila bahwa proyek reklamasi lahan Beijing telah merusak lingkungan setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.