Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TikTok Perbarui Fitur Keamanan Digital di Hari Anak Nasional, Perkuat Peran Keluarga Dampingi Remaja

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 14:35 WIB | Oleh:
TikTok Perbarui Fitur Keamanan Digital di Hari Anak Nasional, Perkuat Peran Keluarga Dampingi Remaja Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, TikTok mengumumkan pembaruan fitur keamanan digital yang dirancang untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi remaja di ruang digital. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen TikTok untuk menciptakan ekosistem daring yang aman dan positif bagi generasi muda Indonesia.

Melalui penguatan fitur Family Pairing atau Pelibatan Keluarga, TikTok memberikan alat tambahan bagi orang tua untuk mengatur batas waktu penggunaan aplikasi sesuai kebutuhan masing-masing keluarga. Salah satu fitur terbaru yang diperkenalkan adalah Time Away yang memungkinkan orang tua menjadwalkan waktu istirahat dari TikTok secara berulang.

“Hari Anak Nasional adalah momen untuk merayakan kreativitas dan potensi generasi penerus Indonesia. TikTok hadir untuk mendukung mereka berekspresi, membangun rasa percaya diri, dan membentuk kebiasaan digital yang sehat dan positif. Dengan pembaruan dalam Pelibatan Keluarga, kami berharap orang tua dan remaja di TikTok dapat lebih aktif berdiskusi dan terkoneksi dengan keluarga untuk menciptakan pengalaman digital yang bermanfaat dan aman,” ujar Anggini Setiawan, Direktur Komunikasi TikTok Indonesia.

Selain pembaruan batas waktu, TikTok kini memungkinkan orang tua melihat siapa yang diikuti oleh remaja mereka, siapa yang mengikuti balik, serta akun yang telah diblokir. Fitur ini memberikan transparansi terhadap jaringan sosial anak dan mendorong percakapan yang sehat seputar perilaku digital.

TikTok juga akan meluncurkan fitur pelaporan bersama, di mana remaja dapat memilih untuk memberitahu orang tua atau wali ketika mereka melaporkan sebuah konten yang dianggap melanggar. Hal ini memperkuat peran pengasuh sebagai pendamping digital tanpa harus selalu mengaktifkan Family Pairing.

Pembaruan lainnya mencakup akses ke feed STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) yang kini tersedia secara otomatis bagi pengguna di bawah usia 18 tahun. Orang tua juga dapat mengaktifkan kembali feed ini jika sebelumnya dinonaktifkan oleh anak.

Pengguna di bawah usia 18 tahun kini memiliki batas waktu harian 60 menit secara default. Orang tua dapat menyesuaikan pengaturan tersebut, misalnya membatasi penggunaan hanya 30 menit di hari sekolah dan memberi waktu lebih di akhir pekan. Jika waktu habis, anak hanya dapat mengakses TikTok dengan kode khusus dari orang tua.

Selain itu, pengaturan privasi akun remaja juga dapat dikembalikan ke mode pribadi jika sebelumnya diubah ke publik. Dengan fitur-fitur baru ini, TikTok berharap pengguna remaja dapat menikmati pengalaman digital yang aman, sambil tetap membangun koneksi positif dengan keluarga.

Sejak akhir 2024, TikTok juga menjalankan program edukasi digital bertajuk “Seru Berkreasi dan #SalingJaga” bersama SEJIWA Foundation ke berbagai sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang keamanan digital dan mendorong interaksi sehat di dunia maya melalui diskusi langsung antara pelajar, kreator muda, dan tim TikTok.

Tahun ini, TikTok menggandeng Keluarga Kita untuk menyusun modul literasi digital bagi orang tua. Program pelatihan ini ditargetkan menjangkau lebih dari 6.000 orang tua di seluruh Indonesia, lengkap dengan edukasi mengenai fitur Pelibatan Keluarga.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, TikTok mengajak lebih banyak pihak untuk bergotong-royong menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan menyenangkan. Informasi lebih lanjut tentang pembaruan fitur ini dapat diakses langsung melalui laman resmi TikTok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.