Terkuak! Motif Sadis Pembunuhan Kepala Cabang Bank Cempaka Putih Diduga Terkait Pinjaman Fiktif Rp13 Miliar
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 10:45 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kasus penculikan sekaligus pembunuhan tragis terhadap Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Jakarta Timur, Mohamad Ilham Pradipta, perlahan mulai menemukan titik terang.
Dugaan kuat menyebut bahwa aksi sadis ini dipicu oleh sakit hati lantaran korban mengetahui adanya praktik pinjaman fiktif senilai Rp13 miliar di kantor cabang yang dipimpinnya.
Informasi mengejutkan ini pertama kali ramai beredar di media sosial, khususnya TikTok, pada Jumat pagi (22/8/2025). Beberapa akun seperti @silampost dan tempa.id bahkan membagikan detail dugaan motif tersebut, yang membuat publik makin geram sekaligus penasaran.
Polisi sendiri belum memberikan kepastian. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky, menyebut hingga kini masih ada tiga kemungkinan motif yang didalami, faktor ekonomi, dendam pribadi, serta urusan pekerjaan.
“Motifnya masih gelap, kami terus dalami,” ujar AKBP Dicky, Kamis (21/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu, aparat bergerak cepat. Hingga kini, sudah empat orang pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda, meski eksekutor utama masih buron.
Salah satu pelaku, berinisial RW, ditangkap saat mencoba kabur lewat Bandara Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga lainnya, yakni AT, RS, dan RAH, berhasil diamankan di sebuah rumah di kawasan Johar Baru III, Jakarta Pusat.
Namun, kasus ini semakin membingungkan ketika Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, menegaskan bahwa keempat pelaku yang sudah ditangkap tidak ikut dalam aksi pembunuhan, melainkan hanya berperan dalam penculikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kata lain, masih ada aktor utama yang menjadi dalang di balik pembunuhan sadis ini.
Tragedi itu sendiri bermula ketika korban diduga diculik di Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025). Esok harinya, Kamis (21/8/2025) jasad Mohamad Ilham ditemukan di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi dalam kondisi mengenaskan.
Publik kini menuntut kepolisian untuk segera mengungkap otak kejahatan ini. Apalagi, jika benar motifnya berkaitan dengan pinjaman fiktif bernilai fantastis, kasus ini bisa membuka tabir skandal perbankan besar yang melibatkan lebih dari sekadar urusan pribadi.
Kasus ini jelas bukan hanya soal kriminal biasa, tetapi juga menyangkut integritas lembaga keuangan serta keberanian aparat hukum dalam membongkar jaringan tak terduga yang beroperasi di balik layar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!