Teknologi Baru yang Dapat Redakan Nyeri Menstruasi
📅 Kamis, 02 Feb 2023, 06:43 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: BBC/MYOOVI
LONDON - Ketika Paula Fischer pertama kali membaca tentang pengembangan sejenis pakaian dalam yang dapat membantu meredakan nyeri menstruasi, perempuan berusia 33 tahun itu mengatakan dia sangat tak sabar untuk mencobanya.
Seperti banyak perempuan, dia merasakan ketidaknyamanan yang amat sangat selama menstruasi, dan dia berharap bisa menemukan solusi alternatif obat pereda nyeri, yang hanya membantu selama beberapa jam.
"Saya sering merasa begitu sakit saat haid sehingga saya tidak bisa bangkit dari sofa untuk bekerja," kata Paula, yang tinggal di Budapest, Hungaria. "Ini berdampak pada semuanya - suasana hati, motivasi, kemampuan saya untuk bekerja."
Dua tahun yang lalu, dia melihat pengumuman di media sosial dari satu perusahaan perintis Hungaria yang disebut Alpha Femtech bahwa mereka membutuhkan sukarelawan untuk membantu dalam pengujian dan pengembangan pakaian dalam yang membantu mengurangi nyeri menstruasi.
Pelamar harus mengikuti survei tentang siklus menstruasi mereka, dan kemudian seorang dokter spesialis kesehatan perempuan memilih peserta yang paling cocok. Paula adalah salah satu yang terpilih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakaian dalam jenis bodysuit hasil pengembangan itu, disebut Artemis, akan bisa dibeli di Inggris dan Uni Eropa untuk pertama kalinya akhir tahun ini. Ia bekerja via panel yang mengeluarkan panas serta bantalan gel tens (transcutaneous electrical nerve stimulation, stimulasi syaraf dengan aliran listrik melalui kulit).
Teknologi yang kedua, sering digunakan oleh perempuan saat melahirkan, memancarkan getaran listrik. Ini disebut dapat memblokir sinyal rasa sakit sehingga tidak mencapai otak. Sementara itu, panel panas merilekskan rahim serta otot-otot di sekitarnya.
Bodysuit ini ditenagai oleh pak baterai dan mesin tens yang bisa disimpan di dalam saku kecil di pakaian, atau bisa juga dijepitkan. Ini kemudian menyambung tanpa kabel dengan Bluetooth ke sebuah aplikasi di ponsel pintar pengguna, yang digunakan untuk menyesuaikan level panas dan listrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paula mengatakan, ketika dia menggunakan pakaian dalam itu selama uji coba, periode menstruasinya jadi benar-benar pengalaman yang berbeda, dengan sedikit hingga tanpa rasa sakit sama sekali. Dia menambahkan bahwa bahan pakaian dalam, yang terbuat dari campuran wol merino dan serat artifisial nyaman dan enak dipakai.
Satu-satunya efek samping yang dia rasakan adalah menstruasinya lebih banyak dari biasanya. "Saya berasumsi itu karena efek relaksasi otot," ungkap dia.
Bodysuit ini adalah buah kreasi pendiri Alpha Femtech Anna Zsofia Kormos, yang menyandang gelar doktor dalam teknologi cerdas yang bisa dipakai, dengan fokus spesifik pada kesehatan menstruasi. Rekan bisnisnya, Dora Pelczer, berasal dari latar belakang pemasaran.
"Kami berbicara kepada 350 perempuan tentang kebiasaan menstruasi mereka, sehingga kami dapat mengembangkan produk yang paling user-friendly," kata Pelczer. Dia menambahkan bahwa dia dan Kormos ingin bodysuit yang dibanderol 220 euro (3,6 juta rupiah) ini lebih terlihat seperti barang fesyen daripada perangkat kesehatan.
Rebecca Powderly dari Dublin tidak hanya merasakan nyeri saat menstruasi, tapi dia juga menderita kondisi medis yang disebut endometriosis.
Dirasakan satu dari 10 perempuan, endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan dinding rahim tumbuh di bagian lain di dalam tubuh, misalnya sekitar ovarium dan kandung kemih. Penumpukan ini menyebabkan luka internal, dan rasa sakitnya bisa ekstrem.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!