Tanpa Bedah Terbuka! Prosedur Operasi Katup Jantung TAVI Kini Hadir di Bali International Hospital Lewat Kolaborasi SCVC
📅 Senin, 09 Mar 2026, 14:43 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: SCVC
JAKARTA — Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular bagian dari Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), resmi memperkenalkan kehadirannya di Indonesia melalui kolaborasi dengan Bali International Hospital (BIH). Rumah sakit ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.
Ekspansi ini ditandai dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa Surgery CSR Program melalui tindakan operasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) perdana SCVC di BIH. Inisiatif tersebut menjadi pencapaian penting bagi layanan kardiologi tingkat lanjut di Pulau Dewata.
Dua pasien Indonesia berhasil menjalani operasi pada 7 Maret 2026 setelah melewati proses screening sejak Desember 2025. Momen ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan operasi TAVI pertama SCVC di BIH yang melibatkan kolaborasi tim dokter lintas negara.
Prosedur dilakukan oleh Dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K) dari SCVC, bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari HKAMG. Seluruh biaya tindakan ditanggung oleh HKAMG sebagai misi kemanusiaan guna memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis mutakhir yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bagi penderita stenosis aorta berat, penyempitan katup jantung berisiko memicu gagal jantung hingga kematian. Program ini memberi harapan baru karena banyak pasien sebelumnya terkendala pilihan terapi akibat risiko tinggi operasi jantung terbuka atau biaya besar untuk berobat ke luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Lewat sinergi SCVC dan BIH, pasien domestik kini dapat memperoleh prosedur jantung kompleks berstandar internasional lebih dekat dari rumah,” ujar Steven Tse, CEO HKAMG, dalam webinar pada Senin (9/3). Ia menegaskan bahwa ekspansi ke Indonesia adalah komitmen jangka panjang untuk memperkuat layanan jantung di Asia.
Selama dua dekade, HKAMG konsisten mengembangkan bidang kardiovaskular melalui integrasi praktik medis, edukasi, dan riset. “Kehadiran SCVC bertujuan menghadirkan teknologi terbaru serta keahlian dokter internasional guna memperluas akses layanan bagi pasien di Asia Tenggara,” imbuhnya.
Steven menambahkan bahwa operasi TAVI mencerminkan upaya HKAMG memastikan inovasi medis menjangkau mereka yang membutuhkan. Inisiatif ini juga membantu menjawab kebutuhan layanan jantung kompleks di dalam negeri sehingga pasien tidak perlu lagi mencari pengobatan ke mancanegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pengenalan prosedur TAVI di BIH menandai fase baru dalam pilihan penanganan penyakit katup jantung. Ketersediaan layanan ini membuktikan bahwa prosedur kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar global,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Noel Yeo, Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, menilai kolaborasi BIH dan SCVC sebagai langkah strategis memperkuat layanan kardiologi berteknologi tinggi di Indonesia. “Hal ini menunjukkan kesiapan Bali dalam menangani kasus jantung sulit dengan standar pelayanan kelas dunia,” paparnya.
BIH saat ini fokus memastikan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kemitraan spesialis agar prosedur berjalan aman. Melalui SCVC, BIH berupaya membangun layanan kardiovaskular komprehensif sekaligus memperkuat kapabilitas intervensi di Indonesia. “Visi kami adalah memposisikan Bali sebagai destinasi kesehatan internasional,” tambah Dr. Noel.
TAVI: Alternatif Modern Operasi Jantung Terbuka
Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia dan Indonesia. Masalah serius pada lansia adalah stenosis aorta berat, yakni penyempitan katup yang memicu sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan. Seiring meningkatnya angka harapan hidup, prevalensi penyakit katup degeneratif terus naik, sementara tidak semua pasien kuat menjalani operasi bedah terbuka.
TAVI hadir sebagai prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta tanpa bedah terbuka. Katup baru dimasukkan melalui kateter via arteri paha. Metode ini menawarkan risiko lebih rendah dan pemulihan lebih cepat. Rata-rata pasien dapat pulang dalam 48–72 jam, sehingga menjadi solusi krusial bagi pasien lansia berisiko tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!