Sumitronomics, Role Model untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi yakni 8 persen pada 2029 akan menggunakan konsep pemikiran (role model) yang pernah dipaparkan Soemitro Djojohadikusumo. Konsep yang dikenal dengan Soemitronomics tersebut berfokus pada tiga pilar yang dikenal dengan trilogi pembangunan.
Ketiga pilar tersebut yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, serta stabilitas nasional yang dinamis.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (23/9) mengatakan untuk menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi 8 persen, maka strategi pembangunan ekonomi Indonesia harus berbasis pada konsep Soemitronomics.
Purbaya mengakui, target 8 persen bukan hal mudah, namun tetap realistis bila strategi pemerintah dijalankan secara konsisten.
“Target ini tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa diwujudkan di Indonesia. Sejarah menunjukkan sebelum krisis keuangan AS tahun 1997-1998, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata di atas 6 persen,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia merujuk pada sejarah pertumbuhan ekonomi negara lain. Korea Selatan dan Singapura berhasil menjadi negara maju dengan rata-rata pertumbuhan di atas 7,5 persen selama satu dekade, sementara Tiongkok pernah melampaui 10 persen pertumbuhan tahunan pada periode 2003-2007.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Purbaya menyampaikan anggaran negara akan didesain sebagai katalis pertumbuhan.
Pemerintah mendorong aktivitas ekonomi agar bisa berputar lebih cepat, sektor riil bergerak, dan daya beli masyarakat meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi, APBN berperan sebagai katalis untuk mendukung sektor swasta sebagai motor penggerak utama pertumbuhan.
Kinerja sektor-sektor ekonomi bernilai tambah tinggi terus diperkuat dengan tetap menjaga ketahanan sektor resilien.
“Sektor resilien seperti pertanian, industri manufaktur, padat karya, dan pariwisata dijaga tetap tumbuh tinggi sehingga berkontribusi optimal bagi penciptaan lapangan kerja,” tambah Menkeu.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat hilirisasi sumber daya alam dan memberikan insentif fiskal, mulai dari tax holiday hingga super deduction untuk riset, pelatihan, serta pengembangan kawasan ekonomi khusus.
Upaya tersebut diharapkan mempercepat investasi pada sektor bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!