Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sri Sultan Serahkan Bantuan Living Cost 6 Bulan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Sri Sultan Serahkan Bantuan Living Cost 6 Bulan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Doc: Dok. @humasjogja

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa asal wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini menyasar 1.296 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, dengan tujuan menjaga keberlanjutan studi mereka di tengah keterbatasan ekonomi akibat bencana di daerah asal.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada 30 perwakilan mahasiswa di Bangsal Kepatihan, Senin (22/12). Bantuan yang diberikan berupa living cost selama enam bulan, dengan skema kolaborasi antara Pemda DIY, BAZNAS DIY, serta dua yayasan mitra, yakni YPM dan YPACC.

Sri Sultan menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari nilai kemanusiaan yang telah lama dijalankan Pemerintah Daerah DIY. Ia menyinggung sejarah saat peristiwa PRRI di Sumatera Barat, ketika mahasiswa asal Sumatera yang belajar di Yogyakarta mengalami kesulitan finansial karena terputusnya kiriman dari keluarga.

Menurut Sri Sultan, pada masa itu pemerintah daerah mengambil peran penuh untuk menanggung biaya hidup para mahasiswa agar pendidikan mereka tidak terhenti. Tradisi kepedulian serupa, lanjutnya, juga diterapkan dalam berbagai situasi darurat lain, termasuk saat membantu mahasiswa asal Papua dan wilayah lain yang terdampak musibah.

“Kami berpartisipasi agar tujuan mereka datang ke Jogja untuk belajar itu tidak putus di tengah jalan. Nyatanya, dari pengalaman yang ada, semua bisa menyelesaikan pendidikannya karena beban itu kita tanggung bersama,” ujar Sri Sultan.

Berdasarkan hasil validasi data yang dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY hingga 19 Desember, tercatat 1.296 mahasiswa dari 52 perguruan tinggi negeri dan swasta yang memenuhi kriteria penerima. Setiap mahasiswa memperoleh bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama enam bulan.

Sri Sultan juga menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam program ini. “Terima kasih kepada perguruan tinggi yang memberikan kemudahan bagi para mahasiswa untuk bisa tetap melanjutkan, baik dengan yayasan maupun partisipasi seluruh warga. Semoga ini bermanfaat bagi keberlanjutan pendidikan adik-adik semua,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan bahwa bantuan tidak hanya berupa uang tunai. Pemda DIY juga mendorong relaksasi biaya kuliah serta penyaluran bantuan logistik, termasuk kebutuhan asrama mahasiswa.

Ni Made mengungkapkan, proses penyaluran memerlukan kerja cepat dari 52 perguruan tinggi untuk memvalidasi data mahasiswa. Tahapan pembersihan data menjadi krusial agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan persyaratan administrasi perbankan.

“Kami sempat melakukan cut-off data pada Jumat lalu. Awalnya kami mendata berdasarkan NIM, namun karena penyaluran melalui rekening BPD DIY membutuhkan NIK, kami bekerja lembur dua hari untuk melengkapinya agar bantuan bisa segera cair,” ujar Ni Made.

Selain bantuan tunai, Pemda DIY juga telah menyalurkan logistik berupa beras ke asrama-asrama IKPM mahasiswa asal Sumatera. Di sisi lain, perguruan tinggi di DIY berkomitmen memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai tingkat dampak yang dialami mahasiswa.

“Untuk kategori terdampak berat, UKT dibebaskan. Untuk kategori sedang diberikan potongan 50%, dan kategori ringan 25%. Ini dukungan luar biasa agar beban mahasiswa tidak terlalu berat,” jelasnya.

Dampak bencana turut dirasakan Azmi, mahasiswa Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta asal Aceh Tamiang. Ia mengungkapkan keluarganya kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar yang melanda wilayahnya.

“Keluarga saya pedagang di Bukit Temurung. Kemarin banjir sampai seatap rumah. Sekarang semuanya masih mengungsi,” ungkap Azmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.