Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SPPG Tanah Sirah Sajikan Rendang Istimewa dari Kelapa Petik Monyet Terlatih

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 14:17 WIB | Oleh:
SPPG Tanah Sirah Sajikan Rendang Istimewa dari Kelapa Petik Monyet Terlatih Doc: Antara Foto
Ket. Rendang yang menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah Piai Nan XX, Kota Padang, Sumatera Barat berasal dari santan yang kelapanya dipetik oleh beruk terlatih.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah Piai Nan XX, Kota Padang, Sumatera Barat menyajikan rendang daging istimewa yang santan dan minyaknya berasal dari kelapa hasil petik beruk atau monyet terlatih.

Proses mengolah bahan baku hingga jadi rendang daging ini diunggah lewat akun Instagram resmi mereka @sppgtanahsirahpiainanxx dengan judul “Story Marandang”, Kamis (22/1).

Di awal video, tampak monyet-monyet berlari memanjat pohon kelapa. Lalu, dengan tekanan kaki dan tangan yang sangat kuat, mereka menjatuhkan buah-buah kelapa. Selanjutnya, kelapa-kelapa tersebut diolah hingga menghasilkan santan.

Santan yang diproduksi itu kemudian dibawa ke dapur SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX untuk diolah menjadi bahan dasar bumbu rendang. Di dapur SPPG itu tampak para pekerja dengan kompak berbagi tugas. Ada yang menghaluskan bawang serta mengaduk santan hingga matang.

Setelah itu, menu masakan pun dibagikan per porsi ke dalam ompreng atau wadah makanan. Pada video terlihat menu MBG hari itu adalah nasi putih, rendang daging, tahu goreng, dan buah jeruk.

Paket menu MBG itu kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah setempat. Anak-anak tampak gembira dan lahap menyantap rendang daging itu.

Pendiri Indonesia Food Security Review, I Dewa Made Agung, turut mengomentari menu MBG unik dan istimewa sajian SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX. Ia menjelaskan beruk yang memetik kelapa itu dilatih khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Ia pun menilai rasa rendang dari kelapa petikan beruk-beruk khusus ini berbeda dari yang lain.

“Beruk ini punya sekolah, punya kepala sekolah sendiri, dan dilatih khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Walaupun banyak orang bisa masak rendang, tapi rasanya tak akan sama,” kata Agung.

“Karena salah satu kunci rasa bumbu rendang ada di minyak kelapanya. Dari alam, ke dapur SPPG, ke piring anak-anak Indonesia,” tambahnya.

Agung berpendapat sajian MBG dari SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX itu penuh makna. Menu tersebut mengandung cerita mutualisme beruk dan manusia dalam menciptakan rasa dan budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.