Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siap Perang Melawan Amerika, Venezuela Rekrut 5.600 Tentara Baru

📅 Selasa, 09 Des 2025, 01:03 WIB | Oleh:
Siap Perang Melawan Amerika, Venezuela Rekrut 5.600 Tentara Baru Doc: ist
Ket. Memperingatkan Venezuela

JAKARTA – Menjawab ketegangan dengan Amerika, Venezuela tak mau tinggal diam. Venezuela memperkuat angkatan perang. Sejauh ini telah diumumkan bahwa 5.600 tentara baru telah dilantik ke dalam Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. 

Rekrutmen tersebut dilakukan karena "meningkatnya ancaman imperialis," menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataan pemerintah, yang merujuk pada ancaman AS dan pengerahan armada angkatan laut di Karibia.

AS baru-baru ini memperluas operasi militer di seluruh Amerika Latin, dengan mengerahkan marinir, kapal perang, jet tempur, pesawat pengebom, kapal selam, dan pesawat nirawak. Pernyataan tersebut menekankan bahwa para tentara baru tersebut telah mengambil sumpah setia kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan menggambarkan angkatan bersenjata sebagai tulang punggung "stabilitas, perdamaian, keamanan, dan masa depan" Venezuela.

Mayor Jenderal Javier Jose Marcano Tabata mengatakan kepada televisi pemerintah VTV bahwa lamaran masuk ke militer telah meningkat. "Saat ini, sementara imperialisme mengancam negara kita secara ilegal, sewenang-wenang, penuh kebohongan, dan dengan lancang, rakyat kita, terutama kaum muda, berbondong-bondong datang untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian," kata Marcano.

Data resmi menunjukkan bahwa Venezuela memiliki sekitar 200 ribu tentara, 200 ribu polisi, dan jutaan anggota milisi cadangan. AS telah melancarkan setidaknya 22 serangan di wilayah tersebut terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkotika sejak September, menewaskan sedikitnya 87 orang. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa dia akan segera mulai menargetkan jaringan perdagangan narkoba Venezuela "melalui darat."

Tarif untuk Akhiri Perang

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa kebijakan perdagangan dan tarif yang ia berlakukan saat ini menjadi alat untuk menghentikan peperangan di dunia. "Saya mengakhiri delapan perang, sebagai besarnya karena perdagangan dan karena tarif," kata Trump kepada wartawan saat tiba di pusat pertunjukan Kennedy Center di Washington DC, Minggu waktu setempat.

Ia berkata bahwa pendekatan tarif memberi manfaat lebih besar bagi tujuan keamanan nasional. "Kalau kita melalui jalur tarif yang lain, dan tentu saja ada pilihan ke sana, hal tersebut tak dapat memberi keamanan nasional sejati sebaik yang kita miliki saat ini," ucap Presiden AS. "Langkah kali ini cepat dan sangat kuat," kata dia, menambahkan.

Merespons pertanyaan terkait apakah pemasukan dari tarif sebaiknya digunakan untuk membayar utang negara dan bukan untuk membayar dividen kepada warga, Trump berkata, "Kita akan melakukannya. Saya setuju dengan hal tersebut. Tetapi, saya pikir kita telah mendapat keuntungan begitu besar melalui tarif sehingga kita juga bisa memberi dividen kepada masyarakat berpenghasilan menengah ... dan juga masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Presiden AS.

Presiden Trump diketahui sempat mengusulkan supaya pemasukan negara dari tarif perdagangan dijadikan dividen sebesar 2,000 dolar AS untuk masyarakat dalam bentuk transfer langsung. Walau demikian, Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan bahwa dividen tersebut bisa disampaikan "dalam berbagai bentuk" selain cek tunai.

Trump juga berkata melalui Truth Social bahwa sistem tarif yang berlaku saat ini "jauh lebih langsung, tidak merepotkan, dan lebih cepat" daripada kebijakan lainnya.

"Kecepatan, kekuatan, dan kepastian tentu saja merupakan faktor penting untuk memastikan keberhasilan pekerjaan secara berkelanjutan dan berjaya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.