Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

32 Personel Pasukan Elit Baret Hitam Kuba Tewas dalam Serangan Delta Force AS di Venezuela

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 05:10 WIB | Oleh:
32 Personel Pasukan Elit Baret Hitam Kuba Tewas dalam Serangan Delta Force AS di Venezuela Doc: Istimewa
Ket. Mengakui jumlah korban tewas di antara personel Kuba, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One pada tanggal 4 Januari: "banyak warga Kuba yang tewas kemarin."

WASHINGTON DC - Informasi baru semakin banyak muncul mengenai bagaimana Operasi Absolute Resolve oleh militer AS dijalankan terhadap Venezuela pada Sabtu 3 Januari, yang menyebabkan hancurnya berbagai target militer dan infrastruktur di seluruh ibu kota dan penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh operator Delta Force Angkatan Darat AS. 

Dari Military Watch, sumber pemerintah Kuba telah mengkonfirmasi bahwa 32 personel Angkatan Bersenjata Kuba tewas dalam pertempuran saat terlibat bentrokan dengan pasukan AS di Venezuela pada 3 Januari. Hal ini menyusul konfirmasi dari Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Lopez bahwa sebagian besar pengawal Presiden Nicholas Maduro tewas selama operasi pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS untuk menculiknya, meskipun jumlah korban jiwa secara pasti tidak disebutkan. 

Laporan yang belum dikonfirmasi menunjukkan bahwa banyak personel Kuba yang tewas dalam pertempuran adalah bagian dari pengawal presiden, meskipun pasukan AS menimbulkan korban jiwa di berbagai fasilitas militer dan lokasi infrastruktur penting di ibu kota Caracas. Ada juga kemungkinan bahwa personel Kuba mungkin mengoperasikan sistem pertahanan udara jarak menengah dan jauh yang menjadi sasaran pasukan AS.

Havana mengatakan akan ada dua hari berkabung pada tanggal 5 dan 6 Januari untuk menghormati mereka yang tewas, dengan mencatat mengenai keadaan kematian mereka: "Sesuai dengan tanggung jawab mereka terkait keamanan dan pertahanan, rekan-rekan sebangsa kita memenuhi tugas mereka dengan bermartabat dan heroik dan gugur, setelah perlawanan sengit, dalam pertempuran langsung melawan penyerang atau sebagai akibat dari pemboman terhadap fasilitas tersebut." Mengakui jumlah korban tewas di antara personel Kuba, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One pada tanggal 4 Januari: "banyak warga Kuba yang tewas kemarin."

Kuba dan Venezuela telah memiliki hubungan keamanan yang erat selama hampir dua dekade, dengan Kuba memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dalam mengoperasikan peralatan militer canggih, tetapi memiliki akses terbatas ke peralatan tersebut sejak disintegrasi Uni Soviet memutus bantuan militer. Hal ini telah lama memicu spekulasi bahwa personel Kuba mungkin dapat diandalkan untuk membantu mengoperasikan peralatan canggih seperti pesawat tempur Su-30MK2 dan sistem pertahanan udara jarak jauh S-300VM. 

Kuba memiliki sejarah panjang dalam mengerahkan pasukan ke luar negeri untuk mendukung musuh Blok Barat, termasuk berpartisipasi dalam Perang Yom Kippur 1973 di pihak Suriah, dan mendukung pasukan sosialis Angola selama bentrokan dengan Afrika Selatan, termasuk mengoperasikan pesawat tempur MiG-23 dan sistem pertahanan udara lokal. Negara ini tetap berada dalam keadaan konflik dengan Amerika Serikat sejak akhir tahun 1950-an, dan tetap berada di bawah blokade AS. Ketegangan dengan Washington memuncak pada tahun 2021, ketika sumber-sumber lokal dan Rusia memperingatkan kemungkinan serangan AS terhadap negara tersebut. Angkatan Bersenjata Kuba telah mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun 1990-an, karena hilangnya dukungan Soviet untuk mengimbangi dampak blokade AS telah berdampak buruk bagi perekonomian lokal. Hubungan ekonomi dengan Venezuela selama dua dekade terakhir telah memainkan peran penting dalam menopang perekonomian Kuba. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.