Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sepekan Banjir dan Tanah Longsor di Parigi Moutong, BNPB Terjunkan Tim Pendampingan Darurat Bencana

📅 Senin, 23 Jun 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Sepekan Banjir dan Tanah Longsor di Parigi Moutong, BNPB Terjunkan Tim Pendampingan Darurat Bencana Doc: ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong
Ket. Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (17/6).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim penanganan darurat ke Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk melakukan pendampingan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa tim pendampingan darurat telah diberangkatkan pada pagi tadi ke lokasi terdampak, terutama di Kecamatan Bolano Lambunu, Parigi Moutong.

BNPB mengkonfirmasi langkah ini diambil menyusul bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (21/6) sore di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu.

Menurut Abdul, peristiwa tersebut menyebabkan tujuh warga yang sedang berteduh di sebuah gubuk dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

“Pencarian korban hilang terus dilakukan hingga hari ini. Tim BNPB sudah bergerak ke lokasi untuk mendampingi upaya penanganan dan evakuasi,” kata dia.

Sebelumnya, banjir besar juga melanda wilayah yang sama pada Selasa (17/6) pukul 16.20 Wita akibat hujan deras yang menyebabkan meluapnya sungai di sekitar permukiman warga. Banjir tersebut berdampak pada 1.713 warga atau 438 kepala keluarga di Kecamatan Bolano Lambunu.

Bencana banjir terus meluas seiring tingginya intensitas hujan di Parigi Moutong hingga merendam 12 desa. Empat desa di antaranya berada di Kecamatan Bolano Lambunu, yakni Desa Lembah Bomban, Desa Lambunu, Desa Wanamukti Utara, dan Desa Siendeng.

Desa Siendeng menjadi wilayah paling terdampak, dengan 250 kepala keluarga atau sekitar 1.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat telah mendirikan pos pengungsian serta menyalurkan bantuan logistik darurat.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Warga kami minta agar mengikuti arahan dari petugas di lapangan, dan terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG," kata Abdul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.