Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor Keuangan Harus Dukung Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Sektor Keuangan Harus Dukung Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Doc: ISTIMEWA
Ket. Ketahanan Pangan

DEPOK - Ketahanan pangan perlu terus dijaga agar dampak perubahan iklim dapat diatasi. Untuk itu, sektor keuangan dan moneter perlu mendukungnya karena menjaga ketahanan pangan membutuhkan dana yang besar. Saat ini ada ancaman perubahan iklim dengan terjadinya El Nino dan kemarau bisa mengancam krisis pangan.

"Saat ini ada ancaman perubahan iklim dengan terjadinya El Nino dan kemarau yang terjadi bisa mengancam krisis pangan contohnya harga beras yang semakin mahal untuk itu butuh terobosan darurat," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, di Kampus UI Depok, Rabu (11/10).

Seperti dikutip dari Antara, Telisa mengatakan walaupun saat ini fundamental ekonomi Indonesia bagus, namun terjadinya perubahan iklim akan panjang sekali yakni 10 atau 20 tahun dibandingkan dengan Covid-19 yang hanya 2-3 tahun dan yang harus dihadapi terutama adalah pangan.

"Ketahanan pangan yang perlu dijaga dan membutuhkan dana besar makanya sektor keuangan dan moneter ikut berperan untuk mendukung ketahanan pangan," kata Telisa.

Daya Beli Berkurang

Alasannya, kata Telisa, saat ini krisis beras yang merupakan kebutuhan pokok apalagi saat ini juga tahun politik masyarakat terbebani harga-harga yang naik, dan daya beli yang berkurang yang tentunya dapat mengganggu pencapaian visi Indonesia 2045.

"Saya menawarkan salah satu opsinya adalah pembiayaan darurat waktu Covid-19, ada mekanisme pembiayaan iklim, karena tidak mungkin memakai dana APBN sendiri yang mencapai 300 trilian rupiah hingga 500 triliun rupiah per tahun, karena juga butuh untuk IKN," ujarnya.

Lebih lanjut, Telisa mengatakan tantangan pencapaian visi Indonesia 2045 adalah terjadi di mana inflasi negara maju lebih tinggi dari negara berkembang dan suku bunga yang tinggi akibatnya kita juga tak bisa menurunkan suku bunga tinggi.

Untuk itu, katanya, butuh kebijakan moneter supaya kebijakan nasional tak tergantung sepenuhnya dengan negara maju karena ketika negara maju tidak stabil maka Indonesia kena imbasnya.

Untuk bisa mewujudkan ketahanan pangan, sebelumnya Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, yang kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian mengatakan akan mengakselerasi pembangunan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.