Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Doc: Antara
Ket. Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan terus melakukan intervensi di pasar keuangan dengan intensitas lebih tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral akan terus hadir di pasar guna memastikan mekanisme perdagangan berjalan baik dan nilai tukar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.

Selain intervensi, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter agar tetap menarik bagi investor dan mampu menjaga aliran modal masuk ke aset domestik.

“Intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujar Destry dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (4/6).

BI juga terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi maupun pelaku pasar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurut Destry, tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus keluar modal dari negara berkembang. Di dalam negeri, permintaan valuta asing juga masih tinggi seiring repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri.

Meski demikian, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan mata uang regional. Hingga saat ini, rupiah tercatat melemah 7,44 persen secara year to date (ytd). Sementara cadangan devisa Indonesia tetap kuat di level 146,2 miliar dolar AS per akhir April 2026.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Nilai transaksi LCT terus meningkat. Pada April 2026, nilainya mencapai sekitar 22,7 miliar dolar AS, mendekati total transaksi sepanjang tahun 2025 yang sebesar 25,7 miliar dolar AS.

Respons Terkoordinasi

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai diperlukan respons terkoordinasi dari berbagai otoritas untuk memulihkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar keuangan.

Ia menyarankan BI melakukan intervensi lebih agresif di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN), sementara pemerintah memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) guna meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri.

Menurut Nafan, tekanan pasar tidak hanya berasal dari faktor eksternal seperti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta penantian data ketenagakerjaan AS, tetapi juga dipengaruhi sentimen domestik, termasuk aksi jual investor asing yang masih berlanjut dan respons pasar terhadap peringkat Baa2 yang diberikan Moody’s kepada Danantara Investment Management (DIM) dengan prospek negatif.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami tekanan dengan penurunan 3,48 persen pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis. Meski secara teknikal IHSG sudah berada pada kondisi extremely oversold, tren pelemahan masih berlangsung di tengah tingginya volatilitas pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.