Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rose Brand Terancam Jadi Tersangka Korporasi di Skandal Korupsi Bansos Rp900 Miliar!

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Rose Brand Terancam Jadi Tersangka Korporasi di Skandal Korupsi Bansos Rp900 Miliar! Doc: Antara
Ket. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik dengan perkembangan terbaru dalam skandal bantuan sosial (bansos) era pandemi Covid-19. Nama besar yang terseret bukan main-main, PT Sungai Budi Group, perusahaan raksasa agribisnis yang dikenal luas lewat merek populernya, Rose Brand.

Pada Rabu (10/9/2025), KPK secara resmi memanggil Michael Setiaputra (MS), Kepala Cabang PT Sungai Budi Group, untuk dimintai keterangan terkait dugaan manipulasi kualitas barang dan praktik markup harga dalam proyek bansos yang nilainya mencapai Rp900 miliar. 

Pemanggilan ini sontak menghebohkan, karena PT Sungai Budi Group bukan sekadar pemain kecil, melainkan salah satu raksasa di sektor pangan nasional.

“Apakah barang sesuai atau ada pengkondisian sehingga kualitas turun dan harga di-markup, itu yang sedang ditelusuri,” jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Bukan hanya Michael, sejumlah nama dari perusahaan lain juga ikut dipanggil, antara lain Vloro Maxi Sulaksono (PT Cipta Mitra Artha), Agung Tri Wibowo (PT Mesail Cahaya Berkat), dan Floreta Tane (PT Dwimukti Graha Elektrindo). 

Fakta ini menunjukkan, dugaan korupsi bansos tidak hanya melibatkan individu, tapi sudah menjalar ke berbagai korporasi besar.

Menariknya, KPK kini tidak menutup kemungkinan untuk menjerat perusahaan sebagai tersangka korporasi, bukan sekadar individu. 

“Perusahaan bisa dipidana jika terbukti menikmati keuntungan dari praktik korupsi dalam proyek bansos ini,” tegas eks Jubir KPK, Tessa Mahardhika.

Penyidik KPK sebelumnya sudah menyita dokumen spesifikasi barang dan harga dari sejumlah vendor lain, termasuk PT Anomali Lumbung Artha dan PT Inkubisc. 

Dari perhitungan awal, negara diperkirakan merugi hingga Rp125 miliar akibat pengadaan enam juta paket sembako tahap tiga, lima, dan enam yang bermasalah.

Padahal, program bansos ini dirancang untuk membantu masyarakat bertahan hidup di tengah tekanan pandemi. 

Namun ironisnya, justru diduga dijadikan ladang keuntungan oleh pihak-pihak tertentu. Kualitas barang yang diturunkan dan harga yang dimarkup membuat bantuan yang diterima rakyat jauh dari standar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.