Riset Ungkap Alat Kontrasepsi IUD Berisiko Picu Kanker Payudara, Adakah Alternatif untuk Laki-laki?
📅 Minggu, 01 Des 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Stoatphoto/Shutterstock
Astri Ferdiana, Universitas Mataram; Ario Danianto, Universitas Mataram, dan Rohani
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2022 menunjukkan masih sangat sedikit laki-laki yang menggunakan alat kontrasepsi (KB) di Indonesia, yaitu hanya sebesar 2,48%. Jumlah ini berbanding terbalik dengan perempuan yang mendominasi penggunaan KB sebesar 55,36%.
Padahal, perempuan pengguna KB lebih besar mengalami risiko kesehatan dibandingkan dengan laki-laki. KB dengan kandungan hormon berjenis pil dan suntik, misalnya, dapat menyebabkan perempuan mengalami haid tidak teratur, perdarahan tidak normal, dan gangguan suasana hati.
Kendati risikonya sangat kecil, sebuah studi di Denmark bahkan menemukan adanya hubungan antara penggunaan KB spiral (IUD) berlapis hormon dengan risiko terkena kanker payudara. Efek samping juga bisa terjadi akibat penggunaan KB spiral berlapis tembaga, berupa kehamilan di luar kandungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menimbulkan risiko masalah kesehatan, penggunaan KB yang timpang gender menjadi tanggung jawab dan beban bagi perempuan–terutama di Indonesia yang sarat budaya patriarki.
Padahal, kontrasepsi pada laki-laki semacam vasektomi, justru terbukti lebih minim risiko dan sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Penggunaannya semakin penting ketika perempuan tidak bisa menggunakan KB karena kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi dan gangguan autoimun.
Fakta ilmiah vasektomi patahkan semua mitos
Sebaiknya Anda baca juga:
Keyakinan agama dan banyak beredarnya mitos seputar vasektomi di masyarakat–seperti anggapan bahwa metode ini sama dengan dikebiri, mengurangi stamina dan libido, hingga bikin penis sulit mengeras (impotensi) maupun ejakulasi–menyebabkan banyak laki-laki enggan menjalani vasektomi.
Faktanya, sejumlah penelitian mematahkan semua mitos soal vasektomi tersebut, berikut temuannya:
1. Efektif cegah kehamilan dan minim risiko
Vasektomi merupakan prosedur klinik untuk menghambat atau menghentikan sperma agar tidak bertemu dengan sel telur. Prosedur ini dilakukan dengan mengikat atau memotong saluran sperma (vas deferens) sehingga tidak terjadi proses pembuahan.
Vasektomi dapat dilakukan tanpa sayatan pisau bedah. Caranya dengan membuat lubang tusukan yang sangat kecil pakai hemostat atau forsep yang menembus kulit kantong buah zakar hingga ke saluran sperma. Cara ini membuat bekas luka tidak perlu dijahit dan proses penyembuhannya lebih cepat.
Selain itu, penelitian mengungkapkan bahwa vasektomi merupakan kontrasepsi dengan tingkat keberhasilan sebesar 98% dalam mencegah kehamilan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!