Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti UI Temukan Spesies Mikroba Baru Mampu Hidup di Suhu 100°C, Potensial Digunakan untuk Industri dan Kesehatan

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 19:27 WIB | Oleh:
Peneliti UI Temukan Spesies Mikroba Baru Mampu Hidup di Suhu 100°C, Potensial Digunakan untuk Industri dan Kesehatan Doc: ANTARA/HO-Universitas Indonesia
Ket. Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan pengembangan ragi tempe adaptif untuk menjaga stabilitas produksi dan cita rasa tempe di tengah perubahan iklim.

DEPOK - Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menemukan spesies baru bakteri termofilik yang mampu hidup pada suhu mendekati titik didih air (100°C) yang potensial untuk industri dan kesehatan.

Penelitian dipimpin Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme FMIPA UI, bersama Dr. Fitria Ningsih, Dr. Mazytha K. Rachmania, dan Dhian Chitra Ayu Fitria Sari.

“Penemuan Thermus javaensis menunjukkan bahwa ekosistem geotermal Indonesia merupakan biodiversity hotspot yang menyimpan keanekaragaman mikroorganisme yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap secara ilmiah,” ujar Prof. Wellyzar di Depok, Selasa.

Mikroorganisme tersebut diberi nama Thermus javaensis sp. nov. dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (2026;76:007136).

Penemuan ini menjadi spesies pertama dari genus Thermus yang dideskripsikan dari kawasan geotermal Indonesia. Nama “javaensis” diambil dari Pulau Jawa, lokasi tempat bakteri tersebut pertama kali ditemukan.

Penelitian ini juga melibatkan Yasunori Ichihashi, Ph.D. dan Shuhei Yabe, Ph.D. dari RIKEN, serta Prof. Song-Gun Kim, Ph.D. dari KRIBB, Korea Selatan, sebagai kolaborator internasional.

Bertahan hidup di suhu ekstrem Bakteri Thermus javaensis ditemukan dari serasah daun di sekitar semburan geiser Cisolok yang bersuhu mencapai titik didih air (100°C).

Untuk dapat tumbuh di lingkungan seperti itu, mikroorganisme harus memiliki kemampuan adaptasi biologis yang tidak dimiliki kebanyakan makhluk hidup lain. Bakteri ini diketahui mampu tumbuh pada suhu 45–80°C dengan suhu optimum 60–65°C.

Secara morfologi, bakteri tersebut berpigmen kuning, bentuk sel batang, dan memiliki struktur unik bernama rotund bodies, yaitu bentuk bulat yang jarang ditemukan pada anggota genus Thermus.

Keberadaan struktur tersebut menarik perhatian peneliti karena sebelumnya juga pernah ditemukan pada Thermus aquaticus, bakteri terkenal penghasil enzim Taq polymerase yang menjadi dasar teknologi PCR—metode penting dalam diagnosis penyakit dan biologi molekuler modern.

Perjalanan riset lebih dari satu dekade Penemuan ini bukan hasil penelitian singkat. Eksplorasi mikroorganisme di kawasan geiser Cisolok telah dimulai sejak 2012, sementara pengambilan sampel untuk spesies ini dilakukan pada 2015.

Proses identifikasi berlangsung bertahun-tahun melalui tahapan isolasi mikroba, analisis genetik, whole genome sequencing (WGS), hingga karakterisasi biokimia dan mikroskopik di kampus UI maupun di berbagai laboratorium mitra internasional.

Menurut tim peneliti, salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan kultur bakteri termofilik tetap hidup selama proses penelitian karena mikroorganisme ini membutuhkan suhu tinggi dan medium khusus untuk tumbuh optimal.

Dipastikan sebagai spesies baruPenetapan Thermus javaensis sebagai spesies baru dilakukan melalui pendekatan studi polifasik yang menggabungkan analisis genetik, fisiologi, biokimia, dan kemotaksonomi.

Hasil analisis menunjukkan bakteri ini berbeda secara signifikan dari spesies terdekatnya, baik pada tingkat genom maupun karakter biologis lainnya.

Perbedaan tersebut menegaskan bahwa mikroorganisme tersebut bukan sekadar varian, melainkan spesies baru yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan di dunia ilmiah.

Dengan penemuan ini, jumlah spesies dalam genus Thermus kini bertambah menjadi 26 spesies sejak genus tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1969.

Potensi untuk industri dan kesehatanSelain penting bagi ilmu dasar mikrobiologi, Thermus javaensis juga dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan bioteknologi.

Analisis genom menunjukkan bakteri ini berpotensi menghasilkan enzim termostabil yang tahan panas dan dapat digunakan dalam proses industri bersuhu tinggi. Peneliti juga menemukan indikasi adanya metabolit sekunder baru dari kelompok terpen yang berpotensi dikembangkan menjadi senyawa antibakteri, antijamur, antiinflamasi, hingga senyawa bioaktif lainnya.

“Temuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut di bidang bioteknologi, khususnya mikroorganisme termofilik yang berpotensi menghasilkan aplikasi industri bernilai tinggi,” kata Prof. Wellyzar.

Indonesia masih menyimpan banyak mikroba yang belum dikenalTim FMIPA UI menilai kawasan geotermal Indonesia merupakan “tambang” keanekaragaman mikroorganisme yang belum banyak dieksplorasi.

Saat ini, peneliti bahkan telah mengonfirmasi dua kandidat spesies bakteri baru lainnya dari kawasan geiser Cisolok yang sedang dipersiapkan untuk publikasi ilmiah.

Penelitian lanjutan akan difokuskan pada eksplorasi enzim tahan panas, pigmen pelindung sel, dan senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, industri, dan bioteknologi berkelanjutan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Ringkus Pemalak yang...

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...

Woody Kembali Beraksi di Film “Toy Story 5

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Woody Kembali Beraksi di Fi...
Nasional
Kementan Ungkap Produksi Su...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.