Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya

📅 Senin, 23 Feb 2026, 21:07 WIB | Oleh:
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya Doc: Antara/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono ditemui usai diskusi bersama UNFPA terkait penurunan angka fertilitas di Jakarta pada Senin (23/2).

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengidentifikasi faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama meningkatnya keraguan generasi muda untuk menikah dan memiliki anak.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono mengatakan persoalan seperti kepastian pekerjaan, kepemilikan rumah, hingga jaminan masa depan dinilai sangat memengaruhi keputusan tersebut.

"Dari berbagai faktor yang kami cermati, isu utama (penyebab generasi muda enggan menikah) tetap ekonomi, seperti uang, sulitnya kepemilikan rumah, angka pengangguran yang tinggi, hingga kepastian masa depan," ujar Budi di Jakarta, Senin (23/2).

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja, oleh karena itu, pemerintah membangun kerja sama multisektor, mulai dari penyediaan lapangan kerja, penyesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pasar, hingga penguatan sistem jaminan sosial.

"Kami bekerja sama dengan hampir semua kementerian dan lembaga terkait bagaimana lapangan kerja disiapkan, bagaimana pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan industri, itu semua harus dihitung bersama," ujar dia.

Budi juga menyoroti faktor ketidakpastian jaminan hari tua dan kesehatan yang juga turut memengaruhi keputusan generasi muda. Oleh karena itu, ia mengemukakan pentingnya peran asuransi sosial pemerintah dan swasta untuk saling melengkapi.

"Kalau orang tidak punya kepastian di hari tua dan kesehatan, wajar kalau mereka ragu punya anak. Oleh karena itu, peran asuransi pemerintah dan swasta harus saling menguatkan," ucap Budi.

Ia juga mengingatkan, fenomena menunda menikah dan tidak ingin memiliki anak berpotensi menimbulkan persoalan sosial lanjutan, termasuk meningkatnya risiko praktik aborsi ilegal jika tidak diimbangi dengan edukasi kesehatan reproduksi.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan edukasi pranikah dan kesehatan reproduksi melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, serta berbagai program kependudukan yang menyasar remaja dan generasi muda.

"Keputusan menikah dan punya anak itu bukan soal angka semata, melainkan soal kesiapan hidup. Negara harus hadir memberi kepastian agar generasi muda berani merencanakan masa depannya," demikian Budi Setiyono. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

20 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.